
iPhone 18 Pro dan iPhone Duo: Ini Hot Take Setelah Beberapa Hari
Epiclopedia.ID – Setelah beberapa hari mempertimbangkan lini iPhone terbaru Apple, kini saatnya melihat lebih jauh kelebihan dan kekurangannya. Apple hampir pasti akan menjual seluruh unit...
Epiclopedia.ID – Setelah beberapa hari mempertimbangkan lini iPhone terbaru Apple, kini saatnya melihat lebih jauh kelebihan dan kekurangannya.
Table Of Content
- Apple Tidak Terburu-buru Membuat iPhone Foldable
- Software Menjadi Salah Satu Keunggulan iPhone Duo
- Namun, iPhone Duo Masih Memiliki Kekurangan
- iPhone 18 Pro Mendapat Peningkatan Performa dan Baterai
- Aperture Variabel pada iPhone 18 Pro Bukan Game-Changer
- Pemilik iPhone 17 Pro Tidak Perlu Terburu-buru Upgrade
- Harga iPhone 18 Pro Semakin Mahal
Apple hampir pasti akan menjual seluruh unit iPhone yang diproduksinya. Namun, iPhone Duo kemungkinan menjadi perangkat yang paling sulit ditemukan di pasaran.
Lantas, bagaimana kesan awal terhadap iPhone 18 Pro dan iPhone Duo?
Apple Tidak Terburu-buru Membuat iPhone Foldable

Apple disebut sudah mengembangkan smartphone foldable pertamanya sejak setidaknya 2019.
Peluncurannya bahkan sempat diprediksi terjadi pada 2023, kemudian 2024, dan kembali diperkirakan hadir pada 2025.
Namun, Apple akhirnya baru memperkenalkan perangkat foldable pertamanya pada 2026.
Waktu pengembangan yang panjang tersebut tampaknya dimanfaatkan Apple untuk menyempurnakan iPhone Duo.
Seperti biasanya, Apple memang datang lebih lambat ke kategori produk yang sudah diisi kompetitor.
Namun, perusahaan berusaha menghadirkan perangkat yang lebih matang dibandingkan sejumlah pesaingnya.
iPhone Duo terlihat seperti produk yang sudah siap digunakan. Layar bagian dalamnya memiliki lipatan yang nyaris tidak terlihat.
Kualitas konstruksinya juga terlihat solid tanpa banyak kompromi. Perangkat ini bahkan termasuk salah satu foldable yang menawarkan perlindungan terhadap debu.
Layar bagian dalam juga memiliki lapisan antireflektif. Teknologi tersebut sebelumnya dapat ditemukan pada beberapa foldable generasi terbaru.
Padahal, fitur semacam ini biasanya baru muncul setelah beberapa generasi pengembangan.
Software Menjadi Salah Satu Keunggulan iPhone Duo
Penyempurnaan iPhone Duo paling terlihat pada sisi software.
Animasi ketika perangkat dibuka dan ditutup terlihat sangat halus. Detail tersebut bahkan bisa menjadi salah satu alasan konsumen tertarik membeli perangkat ini.
Apple juga menggunakan dock yang ditempatkan di sisi kanan layar.
Penempatan tersebut menjadi salah satu penyesuaian antarmuka yang cukup unik pada perangkat foldable.
Apple turut mengonfirmasi bahwa dukungan Apple Pencil akan hadir untuk iPhone Duo.
Jika implementasinya berjalan baik, fitur tersebut dapat semakin memperluas fungsi layar besar pada perangkat ini.
Namun, iPhone Duo Masih Memiliki Kekurangan
Meski terlihat matang, iPhone Duo bukan perangkat tanpa kelemahan.
Salah satunya adalah desain yang terasa lebih ditujukan untuk pengguna tangan kanan.
Berdasarkan kesan awal penggunaan, dock tersebut belum dapat dipindahkan ke sisi kiri.
Apple juga menempatkan tombol volume di bagian atas perangkat. Masih terlalu dini untuk menentukan apakah keputusan tersebut akan terasa nyaman dalam penggunaan sehari-hari.
Kamera utama iPhone Duo juga menjadi salah satu kompromi terbesar.
Perangkat seharga US$2.000 atau sekitar Rp33 juta tersebut disebut menggunakan sensor kamera yang sama seperti iPhone 17e.
Sensor tersebut berukuran 1/2,55 inci dengan lensa 26mm. Spesifikasinya berada di bawah kamera utama 48 MP dengan sensor 1/1,28 inci pada model Pro.
Apple juga menggunakan kamera di balik layar pada layar bagian dalam.
Namun, teknologi kamera under-display masih memiliki kualitas yang cukup jauh dibandingkan kamera punch-hole konvensional.
Nama “Duo” sendiri juga masih menjadi tanda tanya. Nama tersebut mungkin belum terdengar sekuat penamaan iPhone lainnya.
iPhone 18 Pro Mendapat Peningkatan Performa dan Baterai
Berbeda dari iPhone Duo, peningkatan pada iPhone 18 Pro lebih banyak berfokus pada performa dan daya tahan baterai.
Apple menggunakan chipset A20 Pro yang menjadi chip 2nm pertama perusahaan.
Chip tersebut juga dirancang dengan fokus besar pada pemrosesan AI langsung di perangkat.
Performa CPU diklaim meningkat hingga 20 persen. Sementara performa GPU naik hingga 40 persen dengan tambahan satu inti.
Neural Engine juga mendapatkan peningkatan signifikan.
Jumlah intinya meningkat dua kali lipat menjadi 32 core, dibandingkan 16 core pada A19 Pro.
A20 Pro juga dilaporkan memiliki bandwidth memori 50 persen lebih tinggi.
Dengan demikian, peningkatan A20 Pro bukan sekadar pembaruan tahunan biasa.
Peningkatan tersebut terlihat cukup signifikan dari sisi performa dan kemampuan AI.
Kapasitas baterai kedua model Pro juga meningkat.
iPhone 18 Pro Max menawarkan waktu pemutaran video hingga enam jam lebih lama dibandingkan pendahulunya.
Sementara iPhone 18 Pro mendapatkan peningkatan hingga tiga jam.
Namun, kecepatan pengisian dayanya masih tergolong lambat jika dibandingkan standar smartphone pada 2026.
Aperture Variabel pada iPhone 18 Pro Bukan Game-Changer
Sistem kamera iPhone 18 Pro secara umum tidak mengalami perubahan besar.
Salah satu fitur baru yang paling banyak disorot adalah lensa dengan aperture variabel empat tahap.
Fitur ini mungkin terlihat seperti terobosan besar. Namun, manfaatnya dalam fotografi smartphone sehari-hari dinilai tidak terlalu signifikan.
Secara teknis, aperture yang lebih kecil memang dapat meningkatkan depth of field.
Namun, sensor dan lensa smartphone yang berukuran kecil sudah memiliki depth of field yang sangat luas.
Perbedaan tersebut terutama sulit terlihat dalam pengambilan gambar dengan jarak lebih dari satu meter.
Karena itu, penggunaan aperture f/1.4 hingga f/4 pada kamera setara 24mm dengan sensor 1/1,28 inci tidak selalu menghasilkan perbedaan signifikan.
Untuk foto lanskap, misalnya, sebagian besar objek sudah berada dalam area fokus.
Pemilik iPhone 17 Pro Tidak Perlu Terburu-buru Upgrade
Jika sudah menggunakan iPhone 17 Pro, peningkatan ke iPhone 18 Pro tampaknya belum menjadi kebutuhan mendesak.
Peningkatan yang ditawarkan memang menarik, terutama dari sisi chipset, AI, dan baterai.
Namun, perbedaannya belum tentu cukup besar untuk membuat pengguna iPhone 17 Pro langsung mengganti perangkat.
Kecuali, tentu saja, pengguna memang sangat menyukai warna Burgundy yang menjadi salah satu pilihan baru.
Harga iPhone 18 Pro Semakin Mahal
Apple juga menaikkan harga iPhone 18 Pro di sejumlah pasar.
Di Amerika Serikat, harga kedua model Pro naik US$100 atau sekitar Rp1,65 juta.
Kenaikan di Eropa bahkan mencapai €150 untuk beberapa model dan £100 di Inggris.
Harga iPhone 18 Pro Max 128GB di Amerika Serikat kini berada di US$1.300 atau sekitar Rp21,5 juta.
Sebagai perbandingan, harga tersebut setara sekitar €1.120. Sementara harga iPhone 18 Pro versi dasar di Jerman mencapai €1.450 atau sekitar Rp28,4 juta.
Kenaikan harga juga terjadi di beberapa pasar Asia.
Di China, harga naik sekitar CNY1.000 atau Rp2,3 juta.
Di India, kenaikannya mencapai INR30.000 atau sekitar Rp5,2 juta.
Sementara di Jepang, harga meningkat JPY40.000 atau sekitar Rp4,4 juta.
Kondisi tersebut membuat konsumen di luar Amerika Serikat harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan iPhone generasi terbaru.
Secara keseluruhan, iPhone 18 Pro menawarkan peningkatan performa dan baterai yang solid, tetapi belum tentu cukup untuk pengguna iPhone 17 Pro.
Di sisi lain, iPhone Duo menunjukkan bahwa Apple berhasil mematangkan perangkat foldable pertamanya, meski masih memiliki sejumlah kompromi.


