
16 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy S26 Ultra yang Perlu Diketahui
Persaingan smartphone flagship pada 2026 kembali memanas dengan hadirnya Samsung Galaxy S26 Ultra. Samsung membawa sejumlah pembaruan yang cukup signifikan, terutama pada sektor AI, kamera, layar,...
Persaingan smartphone flagship pada 2026 kembali memanas dengan hadirnya Samsung Galaxy S26 Ultra. Samsung membawa sejumlah pembaruan yang cukup signifikan, terutama pada sektor AI, kamera, layar, dan pengalaman produktivitas.
Table Of Content
- Kelebihan Samsung Galaxy S26 Ultra
- 1. Layar Dynamic AMOLED 2X Besar dan Adaptif
- 2. Privacy Display Jadi Inovasi Baru
- 3. Snapdragon 8 Elite Gen 5 Tawarkan Performa Tinggi
- 4. Kamera Utama 200 MP Lebih Matang
- 5. Sistem Zoom Masih Jadi Andalan
- 6. Kemampuan Video Semakin Profesional
- 7. Baterai Awet dengan Fast Charging Lebih Kencang
- 8. Desain Lebih Tipis dan Nyaman Digenggam
- 9. S-Pen Masih Jadi Nilai Pembeda
- 10. Galaxy AI Generasi Ketiga Lebih Cerdas
- 11. Dukungan Update Hingga 7 Tahun
- 12. Ekosistem Samsung Makin Matang
- Kekurangan Samsung Galaxy S26 Ultra
- 13. Privacy Display Mengurangi Kualitas Visual
- 14. Kamera Malam Belum Selalu Konsisten
- 15. Tidak Ada Magnet Internal
- 16. Panel Masih 8-bit
Sekilas, Galaxy S26 Ultra memang terlihat seperti penerus evolusioner dari generasi sebelumnya, bukan revolusioner. Namun ketika melihat lebih dalam, ada sejumlah peningkatan teknis yang cukup relevan, terutama untuk pengguna yang mengutamakan fotografi, videografi, multitasking, dan pemrosesan AI di perangkat.
Dengan harga resmi mulai Rp22.999.000, Samsung Galaxy S26 Ultra masuk ke segmen premium yang kompetitif. Di kelas ini, pengguna tentu tidak hanya melihat spesifikasi mentah, tetapi juga pengalaman penggunaan jangka panjang, stabilitas software, serta ekosistem.
Lalu, apakah Samsung Galaxy S26 Ultra layak dibeli? Berikut bahasan lengkap kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy S26 Ultra.
Kelebihan Samsung Galaxy S26 Ultra

1. Layar Dynamic AMOLED 2X Besar dan Adaptif
Samsung Galaxy S26 Ultra membawa panel Dynamic LTPO AMOLED 2X berukuran 6,9 inci dengan resolusi QHD+ yang masih menjadi salah satu daya tarik utamanya. Panel ini mendukung refresh rate adaptif dari 1Hz hingga 120Hz, memungkinkan sistem menyesuaikan konsumsi daya berdasarkan konten yang sedang ditampilkan.
Saat digunakan untuk scrolling media sosial, gaming, atau menonton video, pergerakan animasi terasa mulus dan responsif. Tingkat kecerahan maksimal 2.600 nit juga membuat visibilitas layar tetap terjaga ketika digunakan di luar ruangan.
Samsung masih mempertahankan teknologi anti-reflective yang membantu mengurangi pantulan cahaya secara signifikan, sehingga pengalaman membaca atau menonton lebih nyaman. Perlindungan Gorilla Armor 2 juga memberi nilai tambah dalam aspek durabilitas.
2. Privacy Display Jadi Inovasi Baru
Salah satu fitur baru yang cukup menarik perhatian adalah Privacy Display. Fitur ini dirancang untuk menjaga konten layar agar tidak mudah terlihat dari sudut samping. Cara kerjanya adalah dengan membatasi sudut pandang visual, sehingga layar hanya tampak jelas bagi pengguna yang melihat langsung dari depan.
Dalam penggunaan nyata, fitur ini cukup relevan bagi pengguna yang sering bekerja di tempat umum seperti transportasi umum, ruang tunggu, atau kafe. Samsung juga memberi fleksibilitas penggunaan, di mana Privacy Display bisa diaktifkan secara penuh, hanya untuk notifikasi, atau untuk aplikasi tertentu. Ini menjadi langkah baru Samsung dalam menghadirkan keamanan visual yang lebih praktis.
3. Snapdragon 8 Elite Gen 5 Tawarkan Performa Tinggi
Di sektor performa, Samsung Galaxy S26 Ultra ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang diproduksi dengan fabrikasi 3nm generasi baru. Secara teknis, penggunaan node fabrikasi lebih kecil membantu efisiensi daya sekaligus menjaga performa tetap tinggi.
Dalam pengujian benchmark, chipset ini mencatat skor lebih dari 3,6 juta poin di AnTuTu v11 dan hampir menyentuh 11 ribu poin di Geekbench multi-core.
Hasil ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya. Dalam penggunaan sehari-hari, performanya mampu menangani multitasking berat, gaming dengan setting grafis tinggi, hingga pemrosesan AI secara lokal tanpa hambatan berarti.
4. Kamera Utama 200 MP Lebih Matang
Samsung masih mempertahankan kamera utama 200 MP, tetapi kini dengan aperture f/1.4 yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Bukaan yang lebih lebar ini memungkinkan sensor menangkap lebih banyak cahaya, yang secara teori berdampak pada peningkatan hasil foto di kondisi low-light.
Selain hardware, Samsung juga meningkatkan pipeline pemrosesan gambar berbasis AI. Hal ini terlihat pada mode 24 MP hasil fusi multi-frame yang mampu mempertahankan detail tanpa ukuran file terlalu besar. Untuk kebutuhan portrait, detail tekstur seperti rambut, kulit, dan pakaian terlihat lebih konsisten, terutama pada pencahayaan cukup.
5. Sistem Zoom Masih Jadi Andalan
Salah satu kekuatan utama Galaxy S26 Ultra tetap ada di sektor zoom. Samsung membekali perangkat ini dengan dua kamera telefoto, terdiri dari lensa telefoto 3x dan kamera periscope 50 MP. Kamera periscope kini punya aperture lebih besar, yang berdampak pada peningkatan pencahayaan saat mengambil gambar dari jarak jauh.
Samsung tetap mempertahankan fitur Space Zoom hingga 100x, meski pada pembesaran ekstrem kualitas hasil tetap lebih banyak dipengaruhi pemrosesan AI. Dalam penggunaan normal, zoom 5x hingga 10x masih menjadi area paling optimal untuk hasil yang tajam dan usable.
6. Kemampuan Video Semakin Profesional
Samsung Galaxy S26 Ultra kini membawa fitur video yang lebih serius untuk kreator konten. Perangkat ini mendukung perekaman hingga resolusi 8K 30fps, tetapi peningkatan utamanya ada pada hadirnya codec APV atau Advanced Professional Video. Codec ini memungkinkan kompresi video yang lebih efisien untuk hasil berkualitas tinggi.
Selain itu, fitur Log Recording kini hadir dengan opsi LUT preview secara real-time, memudahkan proses color grading. Samsung juga memperluas kemampuan Audio Eraser yang kini dapat bekerja pada konten dari aplikasi pihak ketiga. Kombinasi fitur ini membuat Galaxy S26 Ultra lebih siap digunakan untuk kebutuhan produksi video profesional.
7. Baterai Awet dengan Fast Charging Lebih Kencang
Samsung tetap mempertahankan kapasitas baterai 5000 mAh, angka yang sudah digunakan beberapa generasi sebelumnya. Meski kapasitasnya tidak berubah, peningkatan efisiensi dari chipset baru dan optimasi software One UI 8.5 membantu meningkatkan daya tahan. Samsung mengklaim perangkat ini mampu bertahan hingga 31 jam untuk pemutaran video. Pengisian dayanya juga kini lebih cepat dengan dukungan fast charging 60W. Dalam skenario penggunaan nyata, pengisian hingga sekitar 75 persen dapat dicapai dalam waktu 30 menit. Wireless charging 25W juga tetap tersedia untuk kebutuhan pengisian nirkabel.
8. Desain Lebih Tipis dan Nyaman Digenggam
Samsung melakukan penyegaran desain dengan membuat Galaxy S26 Ultra lebih tipis di angka 7,9 mm dan bobot 214 gram. Secara ergonomi, perubahan ini membuat perangkat terasa lebih nyaman digunakan dalam waktu lama. Samsung juga mengganti material rangka dari titanium ke armor aluminum yang diklaim lebih baik dalam manajemen panas. Sistem pendingin vapor chamber yang lebih besar turut membantu menjaga suhu tetap stabil saat digunakan untuk aktivitas berat seperti gaming atau editing video. Meski lebih tipis, perangkat ini tetap mempertahankan sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air.
9. S-Pen Masih Jadi Nilai Pembeda
Di tengah banyak flagship Android yang fokus pada kamera dan AI, Samsung masih mempertahankan S-Pen sebagai fitur pembeda utama. Stylus ini tetap terintegrasi langsung di dalam bodi perangkat, sehingga lebih praktis untuk dibawa dan digunakan kapan saja. Untuk pengguna yang sering membuat catatan, menggambar, atau mengedit dokumen, keberadaan S-Pen masih menjadi salah satu alasan kuat memilih seri Ultra dibanding model flagship lain.
10. Galaxy AI Generasi Ketiga Lebih Cerdas
Samsung memperbarui ekosistem Galaxy AI di Galaxy S26 Ultra dengan menghadirkan generasi ketiga yang lebih proaktif. Fitur seperti Now Nudge memungkinkan sistem memahami konteks dari apa yang sedang tampil di layar, lalu memberikan saran secara otomatis. Sementara Now Brief membantu merangkum aktivitas harian, pengingat, dan jadwal penting dalam satu tampilan ringkas. Selain itu, fitur Photo Assist kini lebih fleksibel dengan dukungan perintah teks untuk editing gambar. Circle to Search juga semakin pintar dengan kemampuan mengenali lebih dari satu objek sekaligus.
11. Dukungan Update Hingga 7 Tahun
Salah satu keunggulan Samsung di segmen flagship adalah komitmen pembaruan software yang panjang. Galaxy S26 Ultra mendapatkan jaminan update Android dan patch keamanan hingga tujuh tahun. Ini berarti perangkat masih akan mendapat dukungan hingga sekitar tahun 2033. Bagi pengguna yang tidak sering mengganti ponsel, dukungan software panjang menjadi nilai investasi yang cukup penting.
12. Ekosistem Samsung Makin Matang
Samsung tidak hanya menjual perangkat keras, tetapi juga ekosistem yang semakin matang. Galaxy S26 Ultra mendukung Samsung DeX untuk pengalaman desktop, SmartThings untuk konektivitas rumah pintar, sinkronisasi dengan Galaxy Watch dan Galaxy Buds, serta integrasi yang lebih baik dengan Windows. Bagi pengguna yang sudah berada dalam ekosistem Samsung, pengalaman ini menjadi salah satu keunggulan yang sulit ditemukan di merek lain.
Kekurangan Samsung Galaxy S26 Ultra
13. Privacy Display Mengurangi Kualitas Visual
Meski secara fungsi Privacy Display cukup menarik, ada kompromi yang perlu diperhatikan. Saat fitur ini aktif, tingkat kecerahan layar menurun dan sudut pandang menjadi lebih sempit. Dalam beberapa kondisi, warna di tepi layar juga bisa terlihat sedikit berubah. Untuk penggunaan multimedia atau menonton video dalam waktu lama, kondisi ini bisa mengurangi kenyamanan visual.
14. Kamera Malam Belum Selalu Konsisten
Peningkatan aperture kamera utama memang membantu pengambilan gambar malam hari, tetapi hasilnya belum selalu konsisten. Dalam beberapa pengujian, masih ditemukan foto yang blur atau noise saat mengambil gambar di kondisi pencahayaan rendah. Hal ini menunjukkan optimasi software masih belum sepenuhnya stabil di semua skenario.
15. Tidak Ada Magnet Internal
Samsung Galaxy S26 Ultra belum memiliki magnet internal untuk aksesori seperti sistem MagSafe di perangkat Apple. Akibatnya, pengguna yang ingin memakai aksesori magnetik harus membeli casing tambahan. Dari sisi kepraktisan, ini menjadi kekurangan, terutama mengingat tren aksesori magnetik semakin berkembang.
16. Panel Masih 8-bit
Meski kualitas layar secara keseluruhan tetap tinggi, Samsung Galaxy S26 Ultra masih menggunakan panel 8-bit dengan teknik Frame Rate Control (FRC). Secara teknis, ini belum setara panel 10-bit asli yang mampu menampilkan lebih banyak gradasi warna. Untuk pengguna umum, perbedaan ini mungkin tidak terasa. Namun untuk kreator konten profesional, terutama yang bekerja dengan konten HDR atau editing warna, ini bisa menjadi catatan.
Kesimpulan
Samsung Galaxy S26 Ultra tetap menjadi salah satu smartphone flagship Android paling lengkap di 2026. Kombinasi layar premium, performa kencang, sistem kamera fleksibel, kemampuan video yang lebih profesional, serta ekosistem Galaxy AI yang semakin matang menjadikannya perangkat yang relevan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari produktivitas hingga pembuatan konten.
Meski masih memiliki beberapa kompromi seperti panel 8-bit, fitur Privacy Display yang memengaruhi kualitas visual, dan absennya magnet internal, kekurangan tersebut tidak mengurangi posisinya sebagai salah satu flagship paling kompetitif di pasar. Untuk pengguna yang menginginkan perangkat premium dengan dukungan software panjang dan fitur produktivitas seperti S-Pen, Samsung Galaxy S26 Ultra masih menjadi opsi yang layak dipertimbangkan.



