
Chipset yang Setara dengan Snapdragon 6 Gen 3, Mana Rival Paling Dekat?
Qualcomm terus memperkuat pasar chipset kelas menengah melalui kehadiran Snapdragon 6 Gen 3. Chipset ini mulai banyak digunakan pada smartphone mid-range 2025 hingga 2026 karena menawarkan kombinasi...
Qualcomm terus memperkuat pasar chipset kelas menengah melalui kehadiran Snapdragon 6 Gen 3. Chipset ini mulai banyak digunakan pada smartphone mid-range 2025 hingga 2026 karena menawarkan kombinasi performa, efisiensi daya, dan fitur modern yang cukup seimbang di kelasnya. Beberapa smartphone seperti Samsung Galaxy A36 5G hingga Redmi Note 15 5G mulai mengandalkan chipset ini untuk menghadirkan performa gaming dan multitasking yang lebih stabil.
Table Of Content
Snapdragon 6 Gen 3 sendiri dibuat menggunakan fabrikasi 4 nm dan dibekali GPU Adreno 710. Qualcomm juga menyematkan dukungan RAM LPDDR5, penyimpanan UFS 3.1, jaringan 5G, hingga Wi-Fi 6E yang membuatnya terasa lebih modern dibanding generasi Snapdragon 6 sebelumnya.
Berdasarkan sejumlah pengujian benchmark AnTuTu v10, Snapdragon 6 Gen 3 mampu mencetak skor sekitar 571 ribu hingga 626 ribu poin. Hasil tersebut membuatnya cukup kompetitif untuk gaming kelas menengah, editing ringan, hingga penggunaan multitasking harian.
Lalu, chipset apa saja yang punya performa setara dengan Snapdragon 6 Gen 3? Berikut daftar chipset yang paling dekat performanya di kelas menengah.
1. MediaTek Dimensity 7050

MediaTek Dimensity 7050 menjadi salah satu chipset yang paling sering dibandingkan dengan Snapdragon 6 Gen 3. Chipset ini sebenarnya merupakan versi penyegaran dari Dimensity 1080 yang sebelumnya cukup populer di kelas menengah.
Dimensity 7050 menggunakan proses fabrikasi 6 nm TSMC dengan konfigurasi CPU octa-core yang terdiri dari dua inti Cortex-A78 berkecepatan 2,6 GHz dan enam inti Cortex-A55 2,0 GHz. Sementara pengolahan grafisnya mengandalkan GPU Mali-G68 MP4.
Dalam pengujian benchmark AnTuTu v10, Dimensity 7050 mampu mencetak skor sekitar 593 ribu poin. Angkanya memang masih berada di rentang yang mirip dengan Snapdragon 6 Gen 3, meski performa multi-core dan GPU Snapdragon sedikit lebih unggul.
Perbedaan paling terasa terlihat pada jumlah inti performa. Snapdragon 6 Gen 3 memakai empat inti Cortex-A78, sedangkan Dimensity 7050 hanya menggunakan dua inti performa. Hal ini membuat Snapdragon 6 Gen 3 cenderung lebih stabil untuk gaming berat maupun multitasking intensif dalam durasi panjang.
Selain itu, proses fabrikasi 4 nm milik Snapdragon 6 Gen 3 juga memberikan efisiensi daya yang lebih baik dibanding Dimensity 7050 yang masih memakai 6 nm.
Beberapa smartphone yang menggunakan Dimensity 7050 antara lain realme 12+ 5G, realme 11 Pro 5G, OPPO Reno11 5G, dan OPPO Reno11 F 5G.
2. Samsung Exynos 1380

Exynos 1380 juga termasuk chipset yang cukup dekat dengan Snapdragon 6 Gen 3, terutama dari sisi konfigurasi CPU. Keduanya sama-sama menggunakan empat inti Cortex-A78 sebagai core performa utama.
Chipset buatan Samsung ini dibangun menggunakan fabrikasi 5 nm dan mengusung konfigurasi empat inti Cortex-A78 2,4 GHz serta empat inti Cortex-A55 2,0 GHz. Sektor grafisnya ditangani GPU Mali-G68 MP5.
Dalam benchmark AnTuTu v10, Exynos 1380 biasanya memperoleh skor di kisaran 489 ribu hingga 599 ribu poin. Performanya memang masih berada di kelas yang serupa dengan Snapdragon 6 Gen 3.
Meski begitu, Snapdragon 6 Gen 3 masih memiliki keunggulan pada stabilitas gaming dan kompatibilitas GPU. GPU Adreno 710 milik Qualcomm dikenal memiliki optimalisasi yang lebih luas untuk game Android modern dibanding GPU Mali.
Selain itu, efisiensi daya Snapdragon 6 Gen 3 juga sedikit lebih baik karena menggunakan fabrikasi 4 nm yang lebih modern.
Contoh smartphone yang memakai Exynos 1380 antara lain Samsung Galaxy A54 5G dan Samsung Galaxy A26 5G.
3. Snapdragon 6s Gen 4

Jika mencari chipset yang paling mendekati Snapdragon 6 Gen 3, Snapdragon 6s Gen 4 bisa dibilang menjadi rival terdekatnya. Bahkan secara spesifikasi, keduanya memiliki banyak kemiripan.
Snapdragon 6s Gen 4 menggunakan fabrikasi 4 nm Samsung dengan konfigurasi CPU yang identik, yakni empat inti Cortex-A78 2,4 GHz dan empat inti Cortex-A55 1,8 GHz. GPU yang digunakan juga sama-sama Adreno 710.
Pada benchmark AnTuTu v10, Snapdragon 6s Gen 4 mampu mencatat skor sekitar 640 ribu poin, sedikit lebih tinggi dibanding Snapdragon 6 Gen 3.
Dalam penggunaan nyata, selisih performanya memang tidak terlalu terasa. Namun pada gaming jangka panjang atau multitasking berat, Snapdragon 6s Gen 4 cenderung sedikit lebih stabil.
Keduanya juga mendukung fitur modern seperti RAM LPDDR5, storage UFS 3.1, kamera hingga 200 MP, serta perekaman video 4K.
Salah satu smartphone yang menggunakan Snapdragon 6s Gen 4 adalah Motorola Moto G57 Power.
4. Kirin 8000

Kirin 8000 dari HiSilicon juga dapat dianggap setara dengan Snapdragon 6 Gen 3. Meski masih memakai fabrikasi 7 nm, performanya masih cukup kompetitif di kelas menengah.
Chipset ini hadir dengan konfigurasi satu inti Cortex-A77 2,4 GHz, tiga inti Cortex-A77 2,19 GHz, dan empat inti Cortex-A55 1,84 GHz. Untuk pengolahan grafis, Kirin 8000 mengandalkan GPU Mali-G610 MP4.
Dalam benchmark AnTuTu v10, Kirin 8000 mampu memperoleh skor sekitar 608 ribu hingga 666 ribu poin. Pada beberapa skenario, performanya bahkan sedikit lebih tinggi dibanding Snapdragon 6 Gen 3.
Namun, Snapdragon 6 Gen 3 masih unggul dari sisi efisiensi daya dan pengendalian suhu karena menggunakan fabrikasi 4 nm yang lebih modern dibanding proses 7 nm pada Kirin 8000.
Selain itu, arsitektur Cortex-A78 yang digunakan Snapdragon 6 Gen 3 juga lebih efisien dibanding Cortex-A77 pada Kirin 8000.
Salah satu perangkat yang menggunakan Kirin 8000 adalah Huawei Nova 13 Pro.
5. Snapdragon 7s Gen 2

Snapdragon 7s Gen 2 menjadi chipset lain yang punya performa cukup dekat dengan Snapdragon 6 Gen 3. Keduanya sama-sama memakai fabrikasi 4 nm Samsung dan GPU Adreno 710.
Chipset ini hadir dengan konfigurasi empat inti Cortex-A78 2,4 GHz dan empat inti Cortex-A55 1,95 GHz. Perbedaannya hanya terletak pada clock speed inti efisiensi yang sedikit lebih tinggi.
Dalam benchmark AnTuTu v10, Snapdragon 7s Gen 2 mencatat skor sekitar 609 ribu poin. Angkanya membuat chipset ini berada di kelas performa yang hampir identik dengan Snapdragon 6 Gen 3.
Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan performa keduanya cukup sulit dirasakan. Baik untuk gaming, scrolling media sosial, multitasking, maupun editing ringan, keduanya masih mampu memberikan pengalaman yang serupa.
Beberapa smartphone yang memakai Snapdragon 7s Gen 2 antara lain Redmi Note 13 Pro 5G, POCO X6 5G, realme 12 Pro+ 5G, dan realme 13 Pro 5G.
6. MediaTek Dimensity 7030

MediaTek Dimensity 7030 memang sedikit berada di bawah Snapdragon 6 Gen 3, tetapi performanya masih cukup kompetitif untuk kelas menengah.
Chipset ini memakai fabrikasi 6 nm TSMC dengan konfigurasi dua inti Cortex-A78 2,5 GHz dan enam inti Cortex-A55 2,0 GHz. Sementara GPU yang digunakan adalah Mali-G610 MP3.
Pada benchmark AnTuTu v10, Dimensity 7030 memperoleh skor sekitar 541 ribu poin. Selisih performanya memang cukup terasa dibanding Snapdragon 6 Gen 3, terutama pada skenario multi-core dan gaming berat.
Jumlah inti performa yang hanya dua buah membuat Dimensity 7030 kurang optimal untuk beban kerja tinggi dibanding Snapdragon 6 Gen 3 yang memakai empat inti Cortex-A78.
Meski demikian, chipset ini tetap menarik untuk pengguna yang lebih mengutamakan efisiensi baterai dan penggunaan harian.
Contoh perangkat yang memakai Dimensity 7030 adalah Motorola Edge 40 Neo dan Motorola Edge 2023.
Chipset yang Paling Mendekati Snapdragon 6 Gen 3?
Jika melihat dari arsitektur CPU, GPU, fitur, hingga hasil benchmark, Snapdragon 6s Gen 4 menjadi chipset yang paling mendekati Snapdragon 6 Gen 3. Keduanya memiliki konfigurasi yang hampir identik dengan selisih performa yang relatif tipis.
Namun apabila mempertimbangkan alternatif dari MediaTek, Dimensity 7050 juga masih menjadi rival yang cukup dekat, terutama di kelas smartphone Rp3 jutaan hingga Rp5 jutaan.
Sementara itu, Snapdragon 7s Gen 2 menawarkan kombinasi performa dan efisiensi yang juga cukup kompetitif, sedangkan Exynos 1380 dan Kirin 8000 lebih unggul pada karakter tertentu seperti optimalisasi kamera atau performa multi-core.
Pada akhirnya, memilih smartphone tidak bisa hanya melihat chipset semata. Faktor lain seperti kualitas layar, kapasitas baterai, sistem pendingin, kamera, hingga dukungan update software tetap menjadi penentu penting dalam pengalaman penggunaan jangka panjang.



