7 Chipset yang Setara dengan Snapdragon 7 Gen 4, Mana yang Paling Kencang untuk Gaming?
Persaingan chipset smartphone kelas menengah premium semakin ramai pada 2025 hingga 2026. Qualcomm menjadi salah satu pemain yang cukup agresif lewat kehadiran Snapdragon 7 Gen 4, sebuah SoC terbaru...
Persaingan chipset smartphone kelas menengah premium semakin ramai pada 2025 hingga 2026. Qualcomm menjadi salah satu pemain yang cukup agresif lewat kehadiran Snapdragon 7 Gen 4, sebuah SoC terbaru yang ditujukan untuk HP gaming mid-range hingga flagship terjangkau. Chipset ini hadir membawa peningkatan performa CPU, GPU, dan AI dibanding generasi sebelumnya, sekaligus menawarkan efisiensi daya yang lebih baik berkat fabrikasi 4 nm.
Table Of Content
Snapdragon 7 Gen 4 sendiri menggunakan CPU Kryo octa-core dengan konfigurasi 1+4+3 dan dipadukan GPU Adreno 722. Qualcomm juga membekali chipset ini dengan sejumlah fitur Snapdragon Elite Gaming seperti Adaptive Performance Engine 4.0, Game Super Resolution, dan Game Quick Touch yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman bermain game di perangkat mobile.
Menurut data internal Qualcomm, performa CPU Snapdragon 7 Gen 4 meningkat hingga 27 persen dibanding Snapdragon 7 Gen 3. Di sisi grafis, peningkatan GPU mencapai 30 persen, sedangkan kemampuan AI melonjak hingga 65 persen. Dengan spesifikasi tersebut, chipset ini mulai banyak digunakan pada smartphone gaming kelas menengah premium di rentang harga Rp5 jutaan hingga Rp8 jutaan.
Meski begitu, Snapdragon 7 Gen 4 bukan satu-satunya chipset powerful di kelasnya. Ada beberapa SoC lain yang menawarkan performa setara, bahkan dalam beberapa skenario mampu menghasilkan kinerja gaming maupun multitasking yang lebih tinggi. Berikut daftar chipset yang setara dengan Snapdragon 7 Gen 4 lengkap dengan karakteristik dan keunggulannya.
1. MediaTek Dimensity 8400

MediaTek Dimensity 8400 menjadi salah satu chipset yang paling sering dibandingkan dengan Snapdragon 7 Gen 4. SoC ini diperkenalkan sebagai penerus Dimensity 8300 dengan pendekatan desain CPU “all-big-core”, sesuatu yang cukup jarang ditemukan pada chipset kelas menengah.
Seluruh inti CPU pada Dimensity 8400 menggunakan Cortex-A725 tanpa core hemat daya Cortex-A510. Konfigurasinya terdiri dari satu inti Cortex-A725 3,25 GHz, tiga inti Cortex-A725 3,0 GHz, dan empat inti Cortex-A725 2,1 GHz. Pendekatan tersebut membuat performa multi-core chipset ini cukup tinggi, terutama untuk gaming berat dan multitasking intensif.
Di sektor grafis, MediaTek memakai GPU Immortalis-G720 MC7 yang sudah mendukung hardware ray tracing. Teknologi ini memungkinkan pencahayaan dan refleksi dalam game terlihat lebih realistis. Dimensity 8400 juga mendukung layar WQHD+ 144Hz, video 4K 60fps HDR, serta NPU 880 untuk pemrosesan AI generatif.
Berkat kombinasi performa CPU tinggi dan GPU modern, Dimensity 8400 menjadi salah satu rival paling kuat Snapdragon 7 Gen 4 di kelas gaming mid-range premium.
2. MediaTek Dimensity 8350

Dimensity 8350 hadir sebagai versi penyempurnaan dari Dimensity 8300. Walau peningkatannya tidak terlalu drastis, chipset ini masih menawarkan performa yang kompetitif untuk smartphone kelas menengah premium.
Chipset ini dibangun menggunakan fabrikasi 4 nm TSMC dengan konfigurasi CPU octa-core yang terdiri dari satu inti Cortex-A715 3,35 GHz, tiga inti Cortex-A715 3,2 GHz, dan empat inti Cortex-A510 2,2 GHz. GPU Mali-G615 MC6 yang digunakan juga sudah mendukung Vulkan 1.3 untuk optimalisasi gaming modern.
Dalam penggunaan sehari-hari, Dimensity 8350 cukup stabil untuk menjalankan game populer seperti PUBG Mobile, Genshin Impact, hingga Honkai: Star Rail pada pengaturan grafis menengah hingga tinggi. MediaTek turut menyematkan teknologi StarSpeed Engine yang membantu menjaga stabilitas frame rate dan efisiensi daya saat gaming berlangsung lama.
Selain itu, chipset ini mendukung kamera hingga 200 MP, video 4K 60fps, HDR, serta AI noise reduction untuk fotografi malam hari.
3. Qualcomm Snapdragon 7 Gen 3

Sebagai pendahulu langsung Snapdragon 7 Gen 4, Snapdragon 7 Gen 3 masih menjadi chipset yang relevan pada 2026. Banyak smartphone kelas Rp5-7 jutaan masih mengandalkan SoC ini karena performanya tergolong stabil dan efisien.
Snapdragon 7 Gen 3 diproduksi dengan fabrikasi 4 nm TSMC dan menggunakan konfigurasi CPU satu inti Cortex-A715 2,63 GHz, tiga inti Cortex-A715 2,4 GHz, dan empat inti Cortex-A510 1,8 GHz. Sektor grafis ditangani GPU Adreno 720 yang masih cukup kompeten untuk menjalankan game mobile populer dengan frame rate stabil.
Qualcomm juga tetap menghadirkan fitur Snapdragon Elite Gaming pada chipset ini, termasuk optimasi latensi sentuhan dan rendering grafis. Di luar gaming, Snapdragon 7 Gen 3 memiliki ISP Spectra yang mendukung kamera hingga 200 MP dan fitur fotografi malam berbasis AI.
Walau performanya sedikit di bawah Snapdragon 7 Gen 4, chipset ini masih menawarkan pengalaman penggunaan yang seimbang untuk gaming, multitasking, dan konsumsi multimedia.
4. Qualcomm Snapdragon 7+ Gen 3

Jika berbicara soal chipset kelas menengah dengan performa mendekati flagship, Snapdragon 7+ Gen 3 menjadi salah satu nama yang paling menonjol. Qualcomm menghadirkan inti Cortex-X4 yang biasanya hanya ditemukan pada chipset flagship premium.
Konfigurasi CPU-nya terdiri dari satu inti Cortex-X4 2,8 GHz, empat inti Cortex-A720 2,6 GHz, dan tiga inti Cortex-A520 1,9 GHz. GPU Adreno 732 yang digunakan juga punya performa grafis tinggi dengan clock mencapai 950 MHz.
Kombinasi tersebut membuat Snapdragon 7+ Gen 3 mampu menghasilkan performa gaming yang agresif di kelasnya. Game berat seperti Wuthering Waves atau Genshin Impact dapat dimainkan pada setting grafis tinggi dengan frame rate relatif stabil.
Chipset ini juga mendukung Wi-Fi 7, Quick Charge 5, Vulkan, serta teknologi Snapdragon Elite Gaming yang lebih lengkap dibanding seri Snapdragon 7 biasa. Untuk pengguna yang menginginkan performa mendekati flagship tanpa harus membeli HP flagship mahal, Snapdragon 7+ Gen 3 menjadi salah satu opsi terbaik.
5. MediaTek Dimensity 8300

Dimensity 8300 sempat dikenal sebagai chipset “flagship killer” karena menawarkan performa tinggi dengan harga smartphone yang lebih terjangkau. Walau kini mulai digantikan generasi baru, kemampuannya masih cukup relevan pada 2026.
Chipset ini menggunakan CPU satu inti Cortex-A715 3,35 GHz, tiga inti Cortex-A715 3,2 GHz, dan empat inti Cortex-A510 2,2 GHz. GPU Mali-G615 MC6 yang digunakan juga masih mampu menangani game berat pada resolusi Full HD dengan setting grafis tinggi.
MediaTek membekali chipset ini dengan teknologi HyperEngine untuk menjaga frame rate tetap stabil, mengurangi konsumsi daya saat gaming, dan mengoptimalkan jaringan internet ketika bermain game online.
Di sektor kamera, ISP Imagiq 980 mendukung sensor hingga 320 MP dan perekaman video 4K 60fps. Dengan kombinasi tersebut, Dimensity 8300 masih menjadi chipset yang menarik untuk HP gaming kelas menengah.
6. Samsung Exynos 1580

Samsung mulai menunjukkan perkembangan signifikan pada lini chipset Exynos lewat Exynos 1580. SoC ini memakai fabrikasi 4 nm EUV generasi ketiga Samsung dan membawa arsitektur CPU modern berbasis Cortex-A720.
Konfigurasinya terdiri dari satu inti Cortex-A720 2,9 GHz, tiga inti Cortex-A720 2,6 GHz, dan empat inti Cortex-A520 1,95 GHz. Yang menarik, Samsung menggunakan GPU Xclipse 540 berbasis AMD RDNA 3.
Teknologi grafis berbasis RDNA tersebut membuat performa gaming Exynos 1580 meningkat cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya. Samsung mengklaim GPU-nya 37 persen lebih kencang dan 20 persen lebih efisien daya.
Selain gaming, chipset ini juga mendukung AI processing hingga 14,7 TOPS, kamera 200 MP, video 4K 60fps, serta AI noise reduction untuk fotografi low-light. Exynos 1580 mulai banyak digunakan pada smartphone Galaxy A premium terbaru.
7. Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4

Snapdragon 7s Gen 4 hadir sebagai opsi yang lebih terjangkau di lini Snapdragon 7-series. Walau performanya sedikit di bawah Snapdragon 7 Gen 4, chipset ini tetap menarik untuk smartphone kelas menengah.
Konfigurasi CPU yang digunakan terdiri dari satu inti Cortex-A720 2,7 GHz, tiga inti Cortex-A720 2,4 GHz, dan empat inti Cortex-A520 1,8 GHz. Qualcomm juga menyematkan GPU Adreno dengan dukungan Snapdragon Elite Gaming dan Adaptive Performance Engine 3.0.
Keunggulan utama Snapdragon 7s Gen 4 terletak pada efisiensi daya dan kestabilan performa untuk penggunaan harian. Chipset ini cocok untuk pengguna yang lebih fokus pada daya tahan baterai, multitasking ringan, dan gaming kasual dibanding performa ekstrem.
Sepanjang 2026, Snapdragon 7s Gen 4 diprediksi akan banyak digunakan pada smartphone kelas Rp4-6 jutaan.
Mana Chipset yang Paling Mendekati Snapdragon 7 Gen 4?
Jika melihat keseluruhan kemampuan, Snapdragon 7+ Gen 3 dan Dimensity 8400 menjadi dua chipset yang paling dekat dengan Snapdragon 7 Gen 4. Snapdragon 7+ Gen 3 unggul pada performa CPU berkat penggunaan inti Cortex-X4 yang biasanya ditemukan pada chipset flagship. Sementara itu, Dimensity 8400 menawarkan performa multi-core tinggi serta efisiensi daya yang menarik lewat desain all-big-core.
Di sisi lain, Exynos 1580 juga mulai menarik perhatian karena membawa GPU berbasis AMD RDNA 3 yang meningkatkan kemampuan grafis dan AI. Untuk pengguna yang lebih fokus pada gaming berat, Snapdragon 7+ Gen 3 dan Dimensity 8400 menjadi opsi paling menarik. Namun bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi baterai dan penggunaan harian, Snapdragon 7s Gen 4 atau Snapdragon 7 Gen 3 masih tergolong cukup kompetitif.
Pada akhirnya, pilihan chipset terbaik tetap bergantung pada kebutuhan pengguna, apakah lebih memprioritaskan gaming, fotografi, efisiensi daya, atau pengalaman multitasking harian.




