
Harga iPhone 18 Diprediksi Naik, Apple Tertekan Lonjakan Biaya Memori
Epiclopedia.ID – Apple mulai menaikkan harga sejumlah produknya di berbagai pasar akibat meningkatnya biaya komponen, khususnya memori dan penyimpanan. Meski iPhone belum terdampak pada...
Epiclopedia.ID – Apple mulai menaikkan harga sejumlah produknya di berbagai pasar akibat meningkatnya biaya komponen, khususnya memori dan penyimpanan. Meski iPhone belum terdampak pada gelombang pertama, harga iPhone 18 diperkirakan akan ikut mengalami kenaikan saat diluncurkan pada tahun ini.
Table Of Content
CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa lonjakan harga komponen menjadi tantangan besar bagi perusahaan. Meningkatnya permintaan memori untuk kebutuhan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) disebut menjadi penyebab utama kenaikan biaya produksi.
Lonjakan Harga Komponen Picu Kenaikan Harga Produk Apple

Apple mengungkapkan bahwa ekspansi besar-besaran pusat data AI telah menyebabkan permintaan memori dan media penyimpanan meningkat drastis.
Akibatnya, harga komponen naik dalam waktu singkat dan berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi tersebut membuat Apple tidak lagi mampu menyerap seluruh kenaikan biaya produksi.
Dampaknya, perusahaan telah menaikkan harga pada sebagian besar lini produknya, termasuk MacBook, Mac Desktop, iPad, Vision Pro, Apple TV 4K, hingga HomePod.
Harga iPhone 18 Masih Ditahan Apple
Di tengah kenaikan harga berbagai perangkat, Apple masih mempertahankan harga iPhone, AirPods, dan Apple Watch.
Namun, langkah tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara. Menurut analis IDC, Francisco Jeronimo, iPhone merupakan produk dengan kontribusi terbesar terhadap pendapatan Apple karena menyumbang sekitar 50 persen dari total bisnis perusahaan.
Karena itu, Apple memilih menjaga harga iPhone agar permintaan tetap tinggi sambil mengevaluasi seberapa besar kenaikan harga yang masih dapat diterima pasar.
Harga iPhone 18 Berpotensi Naik hingga US$200
Analis IDC lainnya, Nabila Popal, memperkirakan harga iPhone 18 akan mengalami kenaikan cukup signifikan.
Sebelumnya, ia memprediksi iPhone 18 reguler akan naik sekitar US$50, sedangkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan naik US$100.
Setelah harga iPad dan MacBook naik, iPhone terbaru diperkirakan ikut naik hingga US$200, terutama varian Pro Max.
Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, maka kenaikan harga iPhone kali ini akan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Krisis Memori Global Jadi Penyebab Utama
Kenaikan harga perangkat Apple tidak terlepas dari fenomena yang disebut sebagai RAMageddon, yakni kondisi ketika pasokan chip RAM dan penyimpanan global mengalami keterbatasan sehingga harga komponen melonjak tajam.
Kondisi ini juga mendorong produsen smartphone dan elektronik memangkas spesifikasi atau menaikkan harga demi menekan biaya produksi.
Karena iPhone menggunakan komponen memori dengan kapasitas besar, perangkat tersebut juga diperkirakan tidak akan luput dari dampak kenaikan harga komponen.
Loyalitas Pengguna Dinilai Mampu Menahan Dampak
Meski harga iPhone diperkirakan naik, para analis menilai loyalitas pengguna Apple masih menjadi faktor penting yang dapat menjaga penjualan.
Banyak konsumen membeli iPhone melalui program cicilan maupun tukar tambah (trade-in), sehingga kenaikan harga tidak langsung terasa dalam satu kali pembayaran.
Meski demikian, harga yang semakin tinggi diperkirakan dapat membuat sebagian pengguna menunda pembelian atau memperpanjang siklus penggantian perangkat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pertumbuhan penjualan iPhone.
Jika biaya komponen terus meningkat, harga iPhone 18 diperkirakan ikut naik saat meluncur pada September mendatang.



