
Kelebihan dan Kekurangan Infinix Note 60 Ultra yang Baru Rilis di Indonesia!
Pasar smartphone kelas menengah semakin kompetitif di tahun 2026. Tidak hanya soal spesifikasi, produsen mulai menggabungkan desain, performa, dan fitur unik sebagai nilai jual utama. Hal ini...
Pasar smartphone kelas menengah semakin kompetitif di tahun 2026. Tidak hanya soal spesifikasi, produsen mulai menggabungkan desain, performa, dan fitur unik sebagai nilai jual utama. Hal ini terlihat pada kehadiran Infinix Note 60 Ultra yang membawa pendekatan berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Table Of Content
- Kelebihan Infinix Note 60 Ultra
- 1. Desain Pininfarina Membawa Identitas Baru di Kelas Menengah
- 2. Fitur Visual Tambahan yang Masih dalam Tahap Pengembangan
- 3. Layar AMOLED 144Hz dengan Kualitas Visual Kompetitif
- 4. Performa Mendekati Flagship Berkat Arsitektur All Big Core
- 5. Kapasitas RAM dan Penyimpanan Mendukung Produktivitas
- 6. Baterai 7.000 mAh untuk Daya Tahan Ekstra
- 7. Sistem Pengisian Cepat dan Fleksibel
- 8. Kamera Utama 200 MP dengan Pendekatan Flagship
- 9. Kamera Periskop Memberikan Fleksibilitas Fotografi
- 10. Fitur Lengkap yang Mendekati Flagship
- Kekurangan Infinix Note 60 Ultra
- 1. Bobot Berat dan Port USB Terbatas
- 2. Sertifikasi IP64 Belum Maksimal
- 3. Kamera Ultrawide Kurang Konsisten
- 4. Sensor Fingerprint Kurang Ergonomis
- 5. Update OS Tergolong Standar
- Kesimpulan
Jika sebelumnya lini Note dikenal sebagai perangkat dengan fokus harga terjangkau, kini varian Ultra hadir sebagai penanda peningkatan kelas. Perubahan ini tidak hanya sekadar penamaan, tetapi juga tercermin dari spesifikasi, desain kolaboratif, hingga fitur yang biasanya ditemukan di segmen lebih tinggi.
Di tanah air HP Infinix terbaru ini juga menjadi ponsel pertama Infinix yang menyentuh harga Rp 10 jutaan, alhasil Infinix Note 60 Ultra masuk ke kategori high-end. Berikut pembahasan lengkap kelebihan dan kekurangan Infinix Note 60 Ultra berdasarkan spesifikasinya.
Kelebihan Infinix Note 60 Ultra
1. Desain Pininfarina Membawa Identitas Baru di Kelas Menengah
Infinix Note 60 Ultra menjadi salah satu perangkat yang mencoba menggabungkan elemen desain otomotif ke dalam smartphone. Kolaborasi dengan Pininfarina menghadirkan pendekatan visual yang tidak umum di kelas menengah. Hal ini terlihat dari konsep uni chassis yang membuat modul kamera menyatu tanpa tonjolan signifikan, sehingga tampilan belakang terasa lebih bersih.
Selain itu, pemilihan warna seperti Monza Red atau Torino Black bukan sekadar estetika, tetapi juga membawa identitas khas otomotif Italia. Material frame berbasis aluminium juga memberikan kesan solid saat digenggam. Secara keseluruhan, desain ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika, tetapi juga menjadi diferensiasi dibanding kompetitor yang cenderung bermain aman.
2. Fitur Visual Tambahan yang Masih dalam Tahap Pengembangan
Keunikan lain dari perangkat ini ada pada fitur Floating Taillight dan Active Matrix Display. Keduanya memberikan fungsi tambahan seperti notifikasi visual, animasi, hingga interaksi sederhana. Dalam konteks industri, pendekatan ini mirip dengan tren secondary display yang mulai berkembang di beberapa smartphone.
Namun, dari sisi implementasi, fitur ini masih memiliki keterbatasan. Pengguna belum bisa memaksimalkan kedua fitur secara bersamaan secara konsisten. Selain itu, belum semua informasi penting seperti jam atau status baterai dapat ditampilkan secara terus-menerus. Ini menunjukkan bahwa pendekatan hardware sudah menarik, tetapi masih membutuhkan optimalisasi software.
3. Layar AMOLED 144Hz dengan Kualitas Visual Kompetitif
Layar menjadi salah satu sektor yang cukup menonjol. Panel AMOLED 6,78 inci yang digunakan menawarkan refresh rate 144Hz, yang berarti animasi dan pergerakan visual terasa lebih halus dibanding standar 60Hz atau 120Hz. Selain itu, tingkat kecerahan hingga 4.500 nits memberikan keuntungan nyata saat digunakan di luar ruangan. Dalam kondisi cahaya terang, konten tetap dapat terbaca dengan baik tanpa harus meningkatkan brightness secara manual. Dukungan Ultra HDR juga meningkatkan rentang dinamis warna, sehingga konten multimedia terlihat lebih hidup.
4. Performa Mendekati Flagship Berkat Arsitektur All Big Core
Penggunaan chipset Dimensity 8400 Ultimate menjadi salah satu langkah strategis. Berbeda dari arsitektur hybrid biasa, chipset ini menggunakan pendekatan all big core yang berfokus pada performa tinggi di semua inti. Dalam pengujian sintetis seperti AnTuTu, skor yang mendekati 2 juta menunjukkan bahwa performanya berada di atas rata-rata kelas menengah. Dalam penggunaan nyata, hal ini berdampak pada stabilitas performa saat multitasking atau menjalankan aplikasi berat. Pendekatan ini juga membantu mengurangi penurunan performa saat digunakan dalam waktu lama.
5. Kapasitas RAM dan Penyimpanan Mendukung Produktivitas
Dengan RAM 12 GB, perangkat ini sudah cukup untuk kebutuhan multitasking modern. Pengguna dapat menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan tanpa mengalami penurunan performa signifikan. Dukungan virtual RAM hingga 24 GB juga memberikan tambahan ruang ketika sistem membutuhkan resource lebih. Penyimpanan internal hingga 512 GB memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang sering menyimpan file besar seperti video atau game. Kombinasi ini membuat perangkat lebih siap untuk penggunaan jangka panjang.
6. Baterai 7.000 mAh untuk Daya Tahan Ekstra
Kapasitas baterai menjadi salah satu faktor pembeda utama. Dengan 7.000 mAh, perangkat ini mampu bertahan lebih lama dibanding rata-rata smartphone di kelasnya yang umumnya berada di kisaran 5.000 mAh. Teknologi silicon-carbon memungkinkan kapasitas besar tetap dikemas dalam bodi yang relatif tipis. Dalam penggunaan normal seperti browsing, media sosial, dan streaming, perangkat ini dapat bertahan hingga dua hari. Ini menjadi nilai tambah bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
7. Sistem Pengisian Cepat dan Fleksibel
Infinix menyematkan fast charging 100W yang mampu mengisi daya secara cepat. Dalam skenario ideal, pengisian hingga 50% dapat dicapai dalam waktu kurang dari 20 menit. Ini membantu mengimbangi kapasitas baterai yang besar. Selain itu, wireless charging 50W memberikan fleksibilitas tambahan. Fitur reverse charging juga memungkinkan perangkat digunakan sebagai sumber daya untuk perangkat lain. Kombinasi ini jarang ditemukan di kelas harga yang sama.
8. Kamera Utama 200 MP dengan Pendekatan Flagship
Sensor 200 MP yang digunakan bukan hanya soal angka resolusi, tetapi juga kualitas sensor yang mendukung detail tinggi. Dukungan OIS membantu menjaga kestabilan gambar, terutama dalam kondisi minim cahaya. Dalam praktiknya, hasil foto cenderung tajam dengan reproduksi warna yang cukup akurat. Pada malam hari, aperture besar membantu menangkap cahaya lebih baik, sehingga noise dapat ditekan.
9. Kamera Periskop Memberikan Fleksibilitas Fotografi
Kehadiran kamera telefoto periskop menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan di kelas menengah. Dengan zoom optik 3,5x dan lossless hingga 7x, pengguna memiliki fleksibilitas lebih dalam mengambil gambar jarak jauh. Dalam penggunaan nyata, kualitas masih terjaga hingga zoom menengah. Hal ini juga didukung oleh OIS yang membantu menjaga stabilitas, terutama saat merekam video.
10. Fitur Lengkap yang Mendekati Flagship
Dari sisi fitur, Infinix Note 60 Ultra menawarkan paket yang cukup lengkap. Mulai dari konektivitas 5G, WiFi 6, hingga fitur tambahan seperti IR blaster dan komunikasi satelit. Kehadiran stereo speaker dengan tuning audio juga meningkatkan pengalaman multimedia. Ini menunjukkan bahwa perangkat tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Kekurangan Infinix Note 60 Ultra
1. Bobot Berat dan Port USB Terbatas
Dengan bobot 220 gram, perangkat ini terasa cukup berat saat digunakan dalam waktu lama. Hal ini dipengaruhi oleh kapasitas baterai besar dan material yang digunakan. Selain itu, penggunaan USB 2.0 membatasi kecepatan transfer data. Untuk pengguna yang sering memindahkan file besar, ini bisa menjadi kendala.
2. Sertifikasi IP64 Belum Maksimal
Perlindungan IP64 hanya mencakup debu dan percikan air. Dalam konteks penggunaan sehari-hari, ini masih cukup, tetapi belum sebanding dengan IP68 yang sudah mulai umum di kelas harga serupa.
3. Kamera Ultrawide Kurang Konsisten
Kamera ultrawide 8 MP menjadi titik lemah dalam sistem kamera. Perbedaan kualitas cukup terasa dibanding kamera utama dan telefoto. Dalam kondisi cahaya rendah, noise lebih terlihat dan detail menurun. Ini membuat pengalaman fotografi kurang konsisten saat berpindah lensa.
4. Sensor Fingerprint Kurang Ergonomis
Sensor sidik jari optik yang digunakan memiliki posisi yang relatif rendah. Hal ini membuat penggunaan satu tangan terasa kurang nyaman. Selain itu, teknologi optik juga masih di bawah sensor ultrasonik dalam hal kecepatan dan akurasi.
5. Update OS Tergolong Standar
Dukungan tiga kali update OS sebenarnya cukup untuk penggunaan beberapa tahun. Namun, jika dibandingkan dengan kompetitor yang menawarkan update lebih panjang, ini menjadi catatan tersendiri.
Kesimpulan
Infinix Note 60 Ultra menunjukkan perubahan arah yang cukup jelas untuk seri Note. Tidak hanya mengandalkan harga, perangkat ini mulai menggabungkan desain premium, performa tinggi, dan fitur inovatif.
Kelebihan Infinix Note 60 Ultra terlihat pada sektor performa, baterai, layar, dan kamera telefoto. Sementara kekurangannya masih berada pada aspek minor seperti bobot, kamera ultrawide, dan dukungan software.
Bagi pengguna yang mencari smartphone dengan performa mendekati flagship, baterai besar, dan fitur lengkap di kelas harga menengah, Infinix Note 60 Ultra menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan.




