
Daftar Lengkap Kelebihan dan Kekurangan Infinix Note 60 Pro, Ada Apa Saja?
Selama beberapa tahun terakhir, satu kritik yang cukup sering diarahkan kepada lini smartphone Infinix adalah pemilihan chipset yang hampir selalu mengandalkan MediaTek. Di komunitas teknologi, hal...
Selama beberapa tahun terakhir, satu kritik yang cukup sering diarahkan kepada lini smartphone Infinix adalah pemilihan chipset yang hampir selalu mengandalkan MediaTek. Di komunitas teknologi, hal ini bahkan sempat menjadi bahan candaan karena Infinix, TECNO, dan itel dianggap terlalu bergantung pada vendor chipset yang sama.
Table Of Content
- Kelebihan Infinix Note 60 Pro
- 1. Snapdragon 7s Gen 4 Jadi Nilai Jual Utama
- 2. Baterai 6500 mAh yang Punya Daya Tahan Panjang
- 3. Desain Premium dengan Sentuhan Pininfarina
- 4. Layar AMOLED 144Hz yang Kompetitif
- 5. Kamera Utama 50MP dengan OIS yang Andal
- 6. XOS 16 Lebih Bersih dan Dewasa
- 7. Fitur Tambahan yang Lengkap
- Kekurangan Infinix Note 60 Pro
- 8. Kamera Ultrawide Belum Istimewa
- 9. Sertifikasi Ketahanan Air Masih IP64
- 10. Posisi Fingerprint Kurang Ergonomis
- Kesimpulan
Namun pada Februari 2026, Infinix akhirnya mengambil langkah berbeda lewat Infinix Note 60 Pro. Ponsel ini menjadi salah satu model Note pertama yang menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon, tepatnya Snapdragon 7s Gen 4.
Langkah ini menarik karena langsung menempatkan Infinix Note 60 Pro di persaingan kelas menengah premium, berhadapan dengan rival seperti Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus 5G yang memakai chipset serupa tetapi dijual lebih mahal.
Di atas kertas, spesifikasi Infinix Note 60 Pro memang terlihat agresif. Mulai dari layar AMOLED 144Hz, baterai 6500 mAh, fast charging 90W, hingga wireless charging 30W. Namun seperti perangkat lain, ada beberapa kompromi yang tetap perlu diperhatikan.
Berikut pembahasan lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan Infinix Note 60 Pro.
Kelebihan Infinix Note 60 Pro

1. Snapdragon 7s Gen 4 Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu daya tarik terbesar Infinix Note 60 Pro adalah penggunaan Snapdragon 7s Gen 4. Ini bukan sekadar soal nama besar Qualcomm, tetapi juga soal positioning produk. Selama ini Infinix cukup jarang memakai Snapdragon, sehingga kehadiran chipset ini terasa menjadi perubahan strategi yang cukup penting.
Secara teknis, Snapdragon 7s Gen 4 dibuat dengan fabrikasi 4nm dari TSMC. Fabrikasi kecil seperti ini biasanya memberikan efisiensi daya yang lebih baik sekaligus menjaga performa tetap stabil saat digunakan dalam waktu lama.
Konfigurasinya terdiri dari satu inti Cortex-A720 di 2,7GHz, tiga inti performa 2,4GHz, dan empat inti efisiensi 1,8GHz. Kombinasi ini membuat distribusi beban kerja lebih optimal, baik untuk multitasking maupun gaming.
Dalam benchmark internal, Infinix mengklaim skor AnTuTu mencapai 1,1 juta poin. Angka ini menempatkannya cukup kompetitif di kelas menengah atas.
Dalam penggunaan nyata, performanya juga cukup konsisten. Game seperti Call of Duty Mobile bisa berjalan pada setting grafis tinggi dengan frame rate stabil. Bahkan mode 90fps bisa dijalankan saat pengaturan grafis diturunkan.
Yang menarik, sistem pendingin vapor chamber 4.758 mm² mampu menjaga suhu tetap stabil. Ini penting karena performa tinggi tanpa thermal management yang baik biasanya berujung throttling.
2. Baterai 6500 mAh yang Punya Daya Tahan Panjang
Kapasitas baterai 6500 mAh menjadi salah satu angka terbesar di kelas harga Rp5 jutaan. Di tengah tren smartphone yang masih berkisar di 5000–5500 mAh, kapasitas ini memberikan keunggulan dari sisi endurance. Untuk penggunaan normal seperti media sosial, streaming, browsing, dan komunikasi, baterainya bisa bertahan lebih dari sehari penuh. Untuk penggunaan moderat, daya tahannya bahkan berpotensi mencapai dua hari. Ini menjadi nilai penting bagi pengguna yang tidak ingin terlalu sering membawa charger. Pengisian dayanya juga kompetitif berkat fast charging 90W. Dengan adaptor yang langsung tersedia dalam paket penjualan, pengguna tidak perlu membeli charger tambahan. Yang membuatnya lebih menarik adalah wireless charging 30W. Fitur ini masih cukup jarang ditemukan di kelas harga yang sama. Selain itu, ada bypass charging yang berguna untuk gamer. Saat bermain sambil charging, daya dialirkan langsung ke motherboard tanpa membebani baterai, sehingga suhu lebih terkontrol.
3. Desain Premium dengan Sentuhan Pininfarina
Secara visual, Infinix Note 60 Pro punya pendekatan desain yang cukup berbeda dari kebanyakan smartphone menengah. Frame aluminium memberikan kesan solid saat digenggam. Ini berbeda dengan banyak kompetitor yang masih memakai frame plastik. Ketebalannya hanya 7,36 mm untuk varian Torino Black, yang membuat ponsel tetap terasa ramping meski membawa baterai besar. Kolaborasi dengan Pininfarina pada varian Torino Black juga menjadi nilai jual tersendiri. Pininfarina dikenal luas di industri otomotif premium. Hal menarik lain adalah Active Matrix Display di bagian belakang. Panel LED mini ini bukan sekadar ornamen visual. Fungsinya cukup luas, mulai dari notifikasi, timer, indikator charging, hingga mini game. Keberadaan fitur ini membuat Infinix Note 60 Pro punya identitas visual yang lebih kuat.
4. Layar AMOLED 144Hz yang Kompetitif
Layar menjadi salah satu sektor paling matang di Infinix Note 60 Pro. Panel AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K menawarkan tingkat ketajaman sekitar 480 ppi. Ini membuat teks dan gambar terlihat lebih detail. Refresh rate 144Hz membuat navigasi terasa lebih halus dibanding panel 120Hz standar. Touch sampling rate 240Hz dan instant touch 2800Hz juga membantu respons layar terasa cepat, terutama saat gaming kompetitif. Kecerahan puncak hingga 4500 nits membuat visibilitas di luar ruangan tetap baik. Dukungan HDR10+ dan 100 persen DCI-P3 membuat reproduksi warna lebih kaya untuk konsumsi multimedia. Proteksi Gorilla Glass 7i juga memberikan nilai tambah untuk durabilitas.
5. Kamera Utama 50MP dengan OIS yang Andal
Sektor kamera utama mengandalkan sensor 50MP dengan OIS. Keberadaan OIS cukup penting karena membantu mengurangi blur akibat tangan bergerak, terutama di malam hari.
Karakter foto yang dihasilkan cenderung natural dengan dynamic range yang cukup luas. Warna kulit pada foto portrait juga terlihat lebih realistis, bukan terlalu agresif seperti beberapa kompetitor. Untuk selfie, kamera depan 13MP sudah mendukung perekaman 4K 30fps. Ini menjadi peningkatan penting karena generasi sebelumnya masih tertahan di resolusi lebih rendah. Bagi content creator pemula, fleksibilitas video 4K depan-belakang jadi nilai tambah.
6. XOS 16 Lebih Bersih dan Dewasa
Antarmuka XOS 16.1 berbasis Android 16 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Animasi lebih halus, UI lebih rapi, dan pengalaman navigasi lebih ringan. Salah satu perbaikan penting adalah kontrol iklan yang kini lebih transparan lewat ad toggle. Ini membuat pengalaman penggunaan jadi lebih nyaman. Integrasi AI juga lebih luas, mulai dari Gemini, DeepSeek, Meta AI, hingga Grok. Pengguna bisa memilih model AI sesuai kebutuhan. Komitmen update 3 Android utama dan 5 tahun security patch juga cukup kompetitif.
7. Fitur Tambahan yang Lengkap
Di luar spesifikasi inti, Infinix Note 60 Pro membawa banyak fitur tambahan. Action Button bisa dikustomisasi untuk shortcut aplikasi atau fungsi tertentu. Health Monitor Sensor memungkinkan pengguna memantau detak jantung dan saturasi oksigen. Speaker stereo hasil tuning JBL memberikan kualitas audio yang cukup baik. Fitur NFC, IR Blaster, 5G, dan earphone bawaan juga menambah nilai jual. Kelengkapan seperti ini cukup jarang ditemukan di kelas harga serupa.
Kekurangan Infinix Note 60 Pro

8. Kamera Ultrawide Belum Istimewa
Meski kamera utama cukup solid, kamera ultrawide 8MP masih terasa biasa saja. Resolusinya relatif kecil untuk kelas harga Rp5 jutaan. Detail gambar saat siang hari masih cukup baik, tetapi mulai menurun saat malam hari. Noise lebih mudah muncul dan dynamic range lebih terbatas. Konsistensi warna dengan kamera utama juga belum sepenuhnya stabil.
9. Sertifikasi Ketahanan Air Masih IP64
Infinix Note 60 Pro hanya dibekali IP64. Artinya perangkat hanya tahan percikan air dan debu ringan. Di kelas harga serupa, beberapa kompetitor sudah mulai menawarkan IP67 atau IP68. Bagi pengguna aktif outdoor, ini bisa jadi pertimbangan penting.
10. Posisi Fingerprint Kurang Ergonomis
Sensor sidik jari di dalam layar sebenarnya responsif. Namun posisi penempatannya terlalu rendah. Pada penggunaan satu tangan, jempol harus bergerak lebih jauh untuk menjangkaunya. Dalam penggunaan harian, detail kecil seperti ini bisa memengaruhi kenyamanan.
Kesimpulan
Infinix Note 60 Pro menunjukkan bahwa Infinix mulai lebih agresif di segmen menengah premium. Spesifikasi Snapdragon 7s Gen 4, baterai 6500 mAh, layar AMOLED 144Hz, wireless charging 30W, dan desain premium menjadi kombinasi kelebihan yang menarik dari Infinix Note 60 Pro di kelas harga Rp5 jutaan. Kekurangannya memang ada, terutama di kamera ultrawide, sertifikasi IP64, dan ergonomi fingerprint. Namun jika dilihat dari total paket yang ditawarkan, Infinix Note 60 Pro adalah salah satu smartphone paling kompetitif di kelas menengah saat ini. Bagi pengguna yang mencari HP gaming, baterai awet, layar berkualitas, dan fitur lengkap, Infinix Note 60 Pro layak masuk daftar pertimbangan.




