
10 Chipset yang Setara dengan Helio G100, Masih Layak untuk Gaming dan Multitasking di 2026?
MediaTek Helio G100 mulai banyak digunakan di smartphone kelas menengah terbaru, terutama pada segmen harga Rp2–3 jutaan. Chipset ini hadir sebagai penerus dari Helio G99 yang sebelumnya populer di...
MediaTek Helio G100 mulai banyak digunakan di smartphone kelas menengah terbaru, terutama pada segmen harga Rp2–3 jutaan. Chipset ini hadir sebagai penerus dari Helio G99 yang sebelumnya populer di berbagai HP gaming murah karena menawarkan performa stabil, konsumsi daya efisien, dan suhu yang relatif terjaga saat dipakai bermain game dalam waktu lama.
Table Of Content
Secara teknis, Helio G100 sebenarnya masih memiliki basis arsitektur yang mirip dengan Helio G99. Chipset ini dibangun menggunakan fabrikasi 6 nm dari TSMC dan memakai konfigurasi CPU octa-core yang terdiri dari dua inti Cortex-A76 2,2 GHz serta enam inti Cortex-A55 2,0 GHz. Sementara untuk pengolahan grafis, MediaTek masih mengandalkan GPU Mali-G57 MC2 yang cukup familiar di kelas menengah.
Meski bukan chipset flagship, performa Helio G100 dinilai masih cukup relevan di 2026 untuk gaming menengah, multitasking, media sosial, hingga editing ringan. Karena itulah banyak pengguna mulai mencari tahu Helio G100 setara dengan chipset apa, terutama jika dibandingkan dengan Snapdragon maupun Dimensity series lain yang sudah mendukung jaringan 5G.
Berikut daftar chipset yang performanya masih berada di level serupa dengan MediaTek Helio G100.
1. MediaTek Dimensity 6080

MediaTek Dimensity 6080 menjadi salah satu chipset yang paling sering dibandingkan dengan Helio G100 karena sama-sama dibangun menggunakan fabrikasi 6 nm dan memakai GPU Mali-G57. Bedanya, Dimensity 6080 sudah mendukung jaringan 5G sehingga lebih unggul untuk pengguna yang ingin konektivitas lebih modern.
Chipset ini menggunakan dua inti Cortex-A76 2,4 GHz dan enam inti Cortex-A55 yang dirancang untuk efisiensi daya. Dalam sejumlah pengujian benchmark, skor AnTuTu Dimensity 6080 umumnya berada di kisaran 400 ribuan poin, sedikit di atas rata-rata Helio G100. Selain itu, chipset ini juga mendukung layar Full HD+ 120 Hz dan kamera hingga 108 MP, membuatnya masih kompetitif untuk gaming, streaming, maupun multitasking harian.
2. Snapdragon 695

Jika mencari chipset Qualcomm yang performanya mendekati Helio G100, Snapdragon 695 menjadi salah satu kandidat paling relevan. Chipset ini dibangun menggunakan proses fabrikasi 6 nm dan memakai CPU Kryo 660 berbasis Cortex-A78 dengan GPU Adreno 619.
Dalam praktik penggunaan sehari-hari, Snapdragon 695 dikenal memiliki efisiensi daya yang baik dan performa stabil untuk jangka panjang. Skor benchmark AnTuTu-nya berada di kisaran 420 ribu poin, sehingga masih nyaman untuk menjalankan game populer seperti PUBG Mobile, Mobile Legends, hingga Genshin Impact pada pengaturan grafis menengah. Dukungan modem Snapdragon X51 5G juga menjadi nilai tambah karena membuat chipset ini lebih future-proof dibanding Helio G100 yang masih terbatas di jaringan 4G.
3. MediaTek Dimensity 6300

Dimensity 6300 bisa disebut sebagai versi 5G yang cukup dekat dengan karakter Helio G100. Chipset ini membawa konfigurasi CPU serupa dengan dua inti Cortex-A76 2,4 GHz serta GPU Mali-G57 MC2.
Performa benchmark-nya berada di kisaran 390 ribu poin AnTuTu, membuatnya masih sekelas dengan Helio G100 untuk kebutuhan gaming menengah. Salah satu kelebihan Dimensity 6300 ada pada pengendalian suhu yang cukup stabil saat dipakai bermain game dalam durasi panjang. Dukungan refresh rate Full HD+ 120 Hz juga membuat pengalaman scrolling media sosial dan gaming terasa lebih mulus.
4. Snapdragon 685

Snapdragon 685 memang bukan chipset gaming murni, tetapi performanya masih cukup dekat dengan Helio G100 untuk penggunaan harian. Qualcomm membekali chipset ini dengan CPU Kryo 265 dan GPU Adreno 610 yang lebih fokus pada efisiensi daya dibanding performa mentah.
Skor benchmark-nya memang sedikit lebih rendah, biasanya berada di kisaran 330–350 ribu poin AnTuTu. Namun dalam penggunaan sehari-hari seperti browsing, media sosial, streaming video, hingga editing ringan, Snapdragon 685 masih terasa nyaman. Chipset ini cocok untuk pengguna yang lebih mengutamakan baterai awet dan suhu dingin dibanding performa gaming berat.
5. Unisoc T820

Unisoc T820 menjadi salah satu chipset underrated di kelas menengah karena performanya ternyata mampu bersaing dengan Helio G100 maupun Snapdragon 695. Chipset ini memakai kombinasi inti Cortex-A76 dan Cortex-A55 dengan fabrikasi 6 nm yang cukup efisien.
Untuk kebutuhan gaming, GPU Mali-G57 yang digunakan masih mampu menjalankan game populer pada pengaturan grafis menengah. Dalam pengujian benchmark, skor AnTuTu Unisoc T820 bahkan bisa mencapai 420 ribu poin. Hal ini membuat chipset tersebut menarik untuk smartphone harga terjangkau yang ingin menawarkan performa tinggi tanpa biaya produksi terlalu mahal.
6. Snapdragon 765G

Meski sudah cukup lama dirilis, Snapdragon 765G masih relevan jika dibandingkan dengan Helio G100. Chipset seri Snapdragon 700 ini dulu cukup populer di HP gaming dan smartphone kelas menengah premium karena sudah mendukung modem 5G internal.
Snapdragon 765G memakai GPU Adreno 620 yang masih cukup kompetitif untuk gaming esports maupun multimedia. Kelebihan chipset ini ada pada optimalisasi software dan kestabilan performa untuk kamera serta perekaman video. Bahkan, Snapdragon 765G sudah mendukung rekaman video hingga resolusi 4K, sesuatu yang masih menjadi nilai jual untuk pengguna konten kreator pemula.
7. Exynos 980

Samsung Exynos 980 juga masuk dalam kategori chipset yang performanya masih sekelas dengan Helio G100. Chipset ini menggunakan dua inti Cortex-A77 dan enam inti Cortex-A55 yang dipadukan GPU Mali-G76 MP5.
Dalam benchmark AnTuTu, performanya berada di kisaran 385 ribu poin. Selain performa CPU yang cukup stabil, Exynos 980 juga memiliki kemampuan AI dan fotografi yang menarik karena mendukung kamera hingga 108 MP. Chipset ini masih mampu menangani multitasking dan gaming ringan hingga menengah dengan cukup baik.
8. MediaTek Dimensity 810

Dimensity 810 termasuk chipset yang cukup populer di smartphone 5G kelas menengah beberapa tahun terakhir. Performanya masih berada di level yang mirip dengan Helio G100, terutama untuk game esports seperti Free Fire, PUBG Mobile, dan Honor of Kings.
Chipset ini memakai GPU Mali-G57 MC2 serta mendukung refresh rate hingga 120 Hz. Fabrikasi 6 nm yang digunakan juga membuat konsumsi dayanya cukup efisien untuk penggunaan harian maupun gaming dalam waktu lama.
9. Kirin 810
![]()
Kirin 810 memang bukan chipset baru, tetapi performanya masih cukup kompetitif dibanding Helio G100. Chipset buatan Huawei ini dibangun menggunakan fabrikasi 7 nm yang tergolong efisien di masanya.
Kinerja CPU Kirin 810 masih cukup stabil untuk multitasking dan penggunaan sehari-hari. Walaupun hanya mendukung refresh rate 60 Hz, chipset ini masih mampu menjalankan game populer dengan frame rate yang cukup stabil pada pengaturan grafis menengah.
10. Snapdragon 680

Snapdragon 680 menjadi chipset yang performanya sedikit berada di bawah Helio G100, tetapi masih sering dibandingkan karena sama-sama banyak dipakai di HP harga terjangkau.
Keunggulan utama Snapdragon 680 ada pada efisiensi daya yang baik sehingga cocok untuk pengguna yang lebih fokus pada baterai tahan lama dibanding performa gaming. Untuk aktivitas seperti YouTube, TikTok, WhatsApp, browsing, hingga navigasi aplikasi sehari-hari, performanya masih terasa nyaman dan responsif.
Apakah Helio G100 Masih Layak Digunakan di 2026?
Melihat spesifikasi dan daftar chipset pembanding di atas, MediaTek Helio G100 masih tergolong kompetitif untuk smartphone kelas menengah pada 2026, khususnya di rentang harga Rp2–3 jutaan. Meski performanya belum bisa menyamai chipset flagship modern, Helio G100 masih cukup memadai untuk gaming ringan hingga menengah, multitasking, media sosial, dan konsumsi konten harian.
Keunggulan utama chipset ini ada pada efisiensi daya, kestabilan suhu, serta performa CPU yang seimbang untuk penggunaan jangka panjang. Banyak vendor smartphone juga mulai mengombinasikan Helio G100 dengan RAM besar dan storage UFS 2.2 agar pengalaman penggunaan terasa lebih responsif.
Bagi pengguna yang mencari HP gaming murah dengan performa stabil tanpa harus beralih ke smartphone 5G, Helio G100 masih menjadi salah satu chipset yang layak dipertimbangkan di 2026.




