
6 Chipset yang Setara dengan MediaTek Helio G200, Mana yang Paling Layak Dipilih?
MediaTek Helio G200 mulai menjadi salah satu chipset yang cukup sering muncul pada smartphone gaming murah dan HP kelas menengah terbaru di 2026. Chip ini menarik karena menawarkan keseimbangan...
MediaTek Helio G200 mulai menjadi salah satu chipset yang cukup sering muncul pada smartphone gaming murah dan HP kelas menengah terbaru di 2026. Chip ini menarik karena menawarkan keseimbangan antara performa, efisiensi daya, dan harga perangkat yang relatif kompetitif. Dengan fabrikasi 6nm serta kombinasi CPU Cortex-A76 dan GPU Mali-G57 MC2, Helio G200 masih mampu menjalankan game populer seperti PUBG Mobile, Mobile Legends, hingga Genshin Impact pada pengaturan grafis tertentu.
Table Of Content
Berdasarkan sejumlah pengujian benchmark, performa Helio G200 berada di kisaran 457 ribu poin AnTuTu v10. Sementara itu, skor Geekbench 6-nya mencapai sekitar 738 poin untuk single-core dan 2.011 poin pada multi-core. Angka tersebut membuatnya cukup kompetitif untuk penggunaan harian, multitasking, hingga gaming menengah.
Meski demikian, Helio G200 memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satu yang paling terasa adalah belum adanya dukungan jaringan 5G. Selain itu, chipset ini juga masih memakai arsitektur Cortex-A76 yang mulai tergeser oleh Cortex-A78 pada chipset modern. Karena itu, banyak pengguna mulai mencari chipset setara MediaTek Helio G200 yang menawarkan performa mirip, tetapi memiliki fitur lebih lengkap seperti modem 5G, dukungan RAM LPDDR5, atau storage UFS 3.1.
Berikut daftar chipset yang performanya dianggap setara atau sedikit lebih unggul dibanding MediaTek Helio G200.
1. Unisoc T8300

Unisoc T8300 menjadi salah satu chipset yang cukup menarik di kelas menengah 2025 hingga 2026. Dibanding Helio G200, chipset ini membawa peningkatan pada arsitektur CPU sekaligus dukungan konektivitas 5G yang mulai menjadi standar di kelas menengah terbaru.
Chipset ini menggunakan dua inti Cortex-A78 2,2 GHz dan enam inti Cortex-A55 2,0 GHz. Penggunaan Cortex-A78 membuat performa single-core terasa lebih responsif dibanding Cortex-A76 milik Helio G200. Dalam penggunaan sehari-hari, peningkatan tersebut cukup terasa saat membuka aplikasi, berpindah antar menu, maupun menjalankan multitasking.
Untuk kebutuhan grafis, Unisoc T8300 masih mengandalkan GPU Mali-G57 MP2 yang secara kemampuan tidak terpaut jauh dari GPU Helio G200. Karena itu, performa gaming-nya masih cukup kompetitif untuk game populer pada pengaturan medium hingga high.
Berdasarkan benchmark, Unisoc T8300 mampu mencatat skor AnTuTu v10 di kisaran 470 ribu poin dengan Geekbench 6 single-core sekitar 752 poin dan multi-core 2.209 poin. Angka tersebut membuatnya menjadi salah satu chipset paling mendekati Helio G200, tetapi dengan fitur lebih modern.
2. MediaTek Dimensity 6300

Jika mencari chipset yang memiliki karakter performa paling mendekati Helio G200, maka MediaTek Dimensity 6300 menjadi salah satu kandidat terdekat. Secara arsitektur, chipset ini memang memiliki spesifikasi yang hampir identik.
Dimensity 6300 menggunakan konfigurasi CPU dua inti Cortex-A76 2,4 GHz dan enam inti Cortex-A55 2,0 GHz. GPU yang digunakan juga sama-sama Mali-G57 MP2. Perbedaan utamanya terletak pada clockspeed CPU yang sedikit lebih tinggi serta modem 5G bawaan.
Dalam penggunaan harian, performa Dimensity 6300 terasa mirip dengan Helio G200. Aktivitas seperti media sosial, multitasking, streaming, hingga gaming casual masih dapat berjalan dengan cukup stabil. Efisiensi dayanya juga tergolong baik karena sama-sama menggunakan proses fabrikasi 6nm TSMC.
Dimensity 6300 cocok untuk pengguna yang ingin merasakan performa setara Helio G200 namun dengan tambahan konektivitas 5G yang lebih future-proof untuk beberapa tahun ke depan.
3. MediaTek Dimensity 6400

MediaTek Dimensity 6400 hadir sebagai versi pengembangan dari Dimensity 6300. Walau masih memakai kombinasi Cortex-A76 dan Cortex-A55, clockspeed CPU-nya ditingkatkan sehingga performa pemrosesan menjadi sedikit lebih tinggi.
Chipset ini membawa dua inti Cortex-A76 2,5 GHz dan enam inti Cortex-A55 2,0 GHz. Sementara sektor grafis masih mengandalkan GPU Mali-G57 MP2 yang sama dengan Helio G200.
Dalam praktik penggunaan, peningkatan performa Dimensity 6400 lebih terasa pada aktivitas CPU-intensive seperti editing ringan, membuka banyak aplikasi sekaligus, hingga multitasking berat. Namun untuk gaming, perbedaannya tidak terlalu jauh karena GPU yang digunakan masih sama.
Selain performa CPU lebih baik, Dimensity 6400 juga sudah mendukung konektivitas 5G dual SIM yang mulai banyak dicari pengguna smartphone kelas menengah saat ini.
4. MediaTek Dimensity 7025

MediaTek Dimensity 7025 menjadi chipset yang cukup unik di kelas menengah karena membawa CPU Cortex-A78 yang lebih modern dibanding Helio G200. Konfigurasinya terdiri dari dua inti Cortex-A78 2,5 GHz dan enam inti Cortex-A55 2,0 GHz.
Performa CPU chipset ini tergolong kompetitif untuk kebutuhan multitasking dan produktivitas. Dukungan RAM LPDDR5 serta storage UFS 3.1 juga membuat proses baca tulis data terasa lebih cepat dibanding chipset kelas menengah generasi lama.
Namun, sektor GPU menjadi salah satu bagian yang cukup berbeda. Dimensity 7025 memakai GPU PowerVR IMG BXM-8-256, bukan Mali-G series seperti Helio G200. Dalam sejumlah game 3D, performa grafisnya cenderung setara atau sedikit di bawah Helio G200 meski CPU-nya lebih modern.
Karena itu, chipset ini lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan produktivitas, efisiensi, dan penggunaan harian dibanding gaming berat.
5. MediaTek Dimensity 7060

Dimensity 7060 merupakan chipset kelas menengah terbaru MediaTek yang mulai banyak digunakan pada smartphone 2025 hingga 2026. Chip ini menggunakan dua inti Cortex-A78 2,6 GHz dan enam inti Cortex-A55 2,0 GHz.
Sama seperti Dimensity 7025, chipset ini juga memakai GPU PowerVR IMG BXM-8-256. Karena itu, performa gaming-nya tidak terlalu menonjol walau kemampuan CPU-nya cukup baik.
Keunggulan utama Dimensity 7060 justru ada pada fitur modern yang dibawanya. Chipset ini sudah mendukung Wi-Fi 6, RAM LPDDR5, bandwidth RAM hingga 51,2 Gbit/s, serta konektivitas 5G dual SIM.
Dalam penggunaan sehari-hari, performanya terasa stabil untuk multitasking, video conference, produktivitas, hingga komunikasi. Karena itu, Dimensity 7060 lebih cocok untuk pengguna yang mencari pengalaman penggunaan modern dengan konektivitas lengkap dibanding fokus utama pada gaming.
6. Unisoc T9100/T820

Unisoc T9100 atau T820 menjadi salah satu chipset yang cukup menarik karena menawarkan konfigurasi CPU yang lebih agresif dibanding Helio G200. Chip ini menggunakan satu inti Cortex-A76 2,7 GHz, tiga inti Cortex-A76 2,3 GHz, serta empat inti Cortex-A55 2,1 GHz.
Dengan total empat inti performa Cortex-A76, kemampuan multi-core chipset ini cukup kompetitif di kelas menengah. Dalam sejumlah skenario multitasking dan gaming, performanya bahkan dapat melampaui Helio G200.
Chipset ini juga sudah mendukung berbagai fitur modern seperti 5G dual SIM, storage UFS 3.1, RAM LPDDR4X, hingga AI NPU dengan performa mencapai 8 TOPS. Kombinasi tersebut membuatnya cukup menarik untuk smartphone gaming murah maupun perangkat berbasis AI.
Selain performa CPU lebih tinggi, efisiensi dayanya juga masih tergolong baik karena menggunakan proses fabrikasi 6nm EUV.
Kesimpulan
Jika melihat keseluruhan performa dan fitur, beberapa chipset memang berada di level yang mirip dengan MediaTek Helio G200. Namun masing-masing memiliki fokus penggunaan yang berbeda.
Dimensity 6300 menjadi opsi paling dekat untuk pengguna yang ingin pengalaman mirip Helio G200 namun sudah mendukung 5G. Dimensity 6400 menawarkan peningkatan performa CPU yang sedikit lebih tinggi untuk multitasking. Sementara Unisoc T8300 unggul dari sisi arsitektur CPU modern dan efisiensi daya.
Di sisi lain, Dimensity 7025 dan Dimensity 7060 lebih cocok untuk produktivitas serta penggunaan harian karena dukungan RAM dan storage modern. Sedangkan Unisoc T9100/T820 menjadi salah satu chipset paling agresif di daftar ini untuk performa multi-core dan gaming.
Pada akhirnya, memilih chipset setara Helio G200 tidak hanya soal skor benchmark. Optimasi software, sistem pendingin, kualitas storage, RAM, hingga stabilitas performa perangkat tetap menjadi faktor penting yang menentukan pengalaman penggunaan sehari-hari.




