
7 Chipset yang Setara dengan Snapdragon 8 Gen 5, Ada Apple A19 hingga Dimensity 9500
Persaingan chipset flagship smartphone pada 2026 semakin ramai dengan hadirnya berbagai prosesor mobile berperforma tinggi dari Qualcomm, MediaTek, Apple, hingga Xiaomi. Salah satu nama yang cukup...
Persaingan chipset flagship smartphone pada 2026 semakin ramai dengan hadirnya berbagai prosesor mobile berperforma tinggi dari Qualcomm, MediaTek, Apple, hingga Xiaomi. Salah satu nama yang cukup banyak dibicarakan adalah Snapdragon 8 Gen 5, chipset premium terbaru Qualcomm yang diposisikan sebagai penerus lini flagship Android dengan fokus pada performa gaming, AI generatif, serta efisiensi daya yang lebih stabil.
Table Of Content
- Apple A19
- Benchmark Apple A19
- Snapdragon 8 Elite (Gen 4)
- Benchmark Snapdragon 8 Elite
- MediaTek Dimensity 9400
- Benchmark Dimensity 9400
- Xiaomi Xring O1
- Benchmark Xiaomi Xring O1
- MediaTek Dimensity 9400 Plus
- Benchmark Dimensity 9400 Plus
- MediaTek Dimensity 9500
- Benchmark Dimensity 9500
- Snapdragon 8 Elite Gen 5
- Benchmark Snapdragon 8 Elite Gen 5
- Snapdragon 8 Gen 5 Setara Apa?
- Kesimpulan
Chipset ini dibangun menggunakan proses fabrikasi 3 nm dari TSMC dan membawa arsitektur CPU Oryon generasi terbaru. Berdasarkan sejumlah benchmark awal, Snapdragon 8 Gen 5 mampu mencetak skor AnTuTu v11 hingga kisaran 3,5 juta poin. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu chipset Android tercepat di 2026.
Namun, Qualcomm bukan satu-satunya pemain di kelas premium. Ada sejumlah chipset lain yang performanya berada di level setara Snapdragon 8 Gen 5, bahkan beberapa di antaranya unggul di sektor tertentu seperti GPU, AI processing, hingga efisiensi baterai. Berikut daftar chipset yang dianggap paling mendekati Snapdragon 8 Gen 5 berdasarkan performa benchmark, arsitektur CPU, kemampuan gaming, dan pengalaman penggunaan harian.
Apple A19

Apple A19 menjadi salah satu chipset yang performanya paling dekat dan setara dengan Snapdragon 8 Gen 5, terutama pada skenario single-core dan pengolahan AI. Chipset ini digunakan pada lini iPhone 17 reguler dan dibuat memakai fabrikasi TSMC N3P generasi ketiga yang dikenal memiliki efisiensi daya lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Berbeda dengan chipset Android flagship yang umumnya memakai delapan inti CPU, Apple tetap mempertahankan konfigurasi enam inti yang terdiri dari dua performance core berkecepatan 4,26 GHz dan empat efficiency core 2,6 GHz. Walau jumlah core lebih sedikit, optimasi iOS membuat performa Apple A19 tetap kompetitif, khususnya untuk rendering video, multitasking aplikasi kreatif, dan gaming berat.
Neural Engine 16-core yang dibawa chipset ini juga menjadi salah satu kekuatan utama Apple dalam pemrosesan AI berbasis perangkat atau on-device AI. Teknologi tersebut memungkinkan fitur seperti transkripsi real-time, editing foto berbasis AI, hingga generative AI berjalan tanpa terlalu bergantung pada cloud.
Benchmark Apple A19
| Benchmark | Skor |
|---|---|
| Geekbench 6 Single-Core | 3.608 poin |
| Geekbench 6 Multi-Core | 8.810 poin |
Dari sisi pengalaman penggunaan, Apple A19 cocok untuk pengguna yang membutuhkan performa stabil untuk editing video 4K, gaming AAA mobile, hingga produktivitas profesional.
Snapdragon 8 Elite (Gen 4)

Walau berasal dari generasi sebelumnya, Snapdragon 8 Elite atau Snapdragon 8 Gen 4 masih memiliki performa yang cukup dekat atau bahkan setara dengan Snapdragon 8 Gen 5. Chipset ini menjadi salah satu fondasi awal Qualcomm dalam penggunaan arsitektur CPU Oryon buatan sendiri.
Snapdragon 8 Elite memiliki clock speed tinggi hingga 4,32 GHz yang membuat performa burst terasa agresif saat membuka aplikasi berat atau menjalankan game kompetitif. GPU Adreno 830 yang digunakan juga masih tergolong kuat untuk menjalankan game dengan pengaturan grafis tinggi dan ray tracing.
Benchmark Snapdragon 8 Elite
| Benchmark | Skor |
|---|---|
| AnTuTu v10 | 2,75 juta – 2,9 juta poin |
| AnTuTu v11 | Sekitar 3 juta poin |
Dalam praktiknya, Snapdragon 8 Elite masih banyak digunakan pada smartphone gaming flagship karena performanya yang konsisten. Namun, konsumsi daya chipset ini tergolong lebih tinggi dibanding Snapdragon 8 Gen 5 sehingga suhu perangkat bisa lebih cepat meningkat saat dipakai gaming dalam waktu lama.
MediaTek Dimensity 9400

MediaTek menjadi rival utama Qualcomm di kelas flagship Android lewat Dimensity 9400. Chipset ini menggunakan pendekatan all-big core, yaitu seluruh inti CPU memakai core performa tanpa kombinasi core hemat daya kecil.
Konfigurasinya terdiri dari satu Cortex-X925 3,62 GHz, tiga Cortex-X4 3,3 GHz, dan empat Cortex-A720 2,4 GHz. Pendekatan tersebut membuat performa multitasking dan gaming terasa responsif, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan distribusi beban kerja tinggi.
GPU Immortalis-G925 MC12 yang dipakai juga mendukung teknologi ray tracing hardware sehingga kualitas visual game terlihat lebih realistis.
Benchmark Dimensity 9400
| Benchmark | Skor |
|---|---|
| AnTuTu v10 | 2,7 juta – 2,9 juta poin |
Dimensity 9400 mulai banyak digunakan pada smartphone flagship premium seperti OPPO Find X8 Pro dan vivo X200 Pro. Dari sisi efisiensi daya, chipset ini juga cukup kompetitif meski menggunakan seluruh inti performa.
Xiaomi Xring O1

Xiaomi mulai serius masuk ke industri chipset lewat Xring O1. Ini merupakan chipset in-house pertama Xiaomi yang langsung menyasar kelas flagship premium.
Xring O1 memakai konfigurasi CPU 10-core yang terdiri dari dua Cortex-X925 3,9 GHz, empat Cortex-A725 3,4 GHz, dua Cortex-A725 1,9 GHz, dan dua Cortex-A520 1,8 GHz. Untuk grafis, Xiaomi menyematkan GPU Immortalis-G925 MC16 yang memiliki jumlah core lebih banyak dibanding sejumlah chipset flagship lain.
Selain performa gaming, Xiaomi juga fokus pada pemrosesan AI. NPU bawaan chipset ini diklaim memiliki kemampuan hingga 44 TOPS untuk menjalankan AI generatif, pemrosesan gambar, hingga asisten virtual berbasis AI.
Benchmark Xiaomi Xring O1
| Benchmark | Skor |
|---|---|
| AnTuTu v10 | 2,5 juta – 2,6 juta poin |
| AnTuTu v11 | Sekitar 3 juta poin |
Walau performanya tinggi, optimalisasi termal masih menjadi tantangan utama chipset ini karena GPU MC16 menghasilkan panas yang cukup tinggi ketika dipakai gaming berat dalam waktu panjang.
MediaTek Dimensity 9400 Plus

Dimensity 9400 Plus merupakan versi overclock dari Dimensity 9400 standar. MediaTek meningkatkan clock speed core utama dari 3,62 GHz menjadi 3,73 GHz untuk mendongkrak performa gaming dan AI processing.
Secara arsitektur, chipset ini memang tidak mengalami perubahan besar. Namun peningkatan clock speed tersebut membuat performa single-core dan multitasking menjadi lebih cepat.
Benchmark Dimensity 9400 Plus
| Benchmark | Skor |
|---|---|
| AnTuTu v10 | Sekitar 2,9 juta poin |
Dimensity 9400 Plus mulai digunakan di sejumlah perangkat flagship killer premium seperti Xiaomi 15T Pro dan Samsung Galaxy Tab S11 Series. Dari sisi efisiensi daya, chipset ini masih tergolong stabil sehingga tidak terlalu agresif menguras baterai.
MediaTek Dimensity 9500 
Jika berbicara soal chipset paling agresif di 2026, Dimensity 9500 menjadi salah satu kandidat terkuat. Chipset ini sudah memakai arsitektur ARM Lumex generasi terbaru yang menawarkan peningkatan IPC atau instruction per cycle lebih tinggi dibanding Cortex generasi lama.
Konfigurasi CPU-nya terdiri dari satu C1-Ultra 4,21 GHz, tiga C1-Premium 3,5 GHz, dan empat C1-Pro 2,7 GHz. GPU yang digunakan adalah Mali-G1 Ultra MC12 generasi terbaru.
Selain performa gaming, Dimensity 9500 juga membawa peningkatan besar pada AI processing dan efisiensi komputasi.
Benchmark Dimensity 9500
| Benchmark | Skor |
|---|---|
| AnTuTu v11 | Hingga 4 juta poin |
| Geekbench 6 Single-Core | 4.007 poin |
| Geekbench 6 Multi-Core | 11.217 poin |
Dari sisi performa mentah, Dimensity 9500 bahkan sudah berada di atas Snapdragon 8 Gen 5. Chipset ini diprediksi menjadi salah satu prosesor Android tercepat di 2026.
Snapdragon 8 Elite Gen 5

Snapdragon 8 Elite Gen 5 menjadi chipset flagship tertinggi Qualcomm saat ini. Chipset ini menggunakan CPU Oryon generasi ketiga dengan clock speed hingga 4,6 GHz dan GPU Adreno 840 terbaru.
GPU tersebut membawa peningkatan ray tracing, rendering grafis, dan efisiensi AI dibanding generasi sebelumnya. Qualcomm juga meningkatkan kemampuan AI engine untuk mendukung fitur generative AI langsung di perangkat.
Benchmark Snapdragon 8 Elite Gen 5
| Benchmark | Skor |
|---|---|
| AnTuTu v11 | 3,7 juta – 3,8 juta poin |
| Geekbench 6 Single-Core | 3.588 poin |
| Geekbench 6 Multi-Core | 10.207 poin |
Performa chipset ini memang berada di level tertinggi Qualcomm. Namun konsumsi daya dan suhu operasionalnya juga lebih tinggi dibanding Snapdragon 8 Gen 5 yang lebih fokus pada keseimbangan performa dan efisiensi.
Snapdragon 8 Gen 5 Setara Apa?
Jika dilihat dari posisi performanya, Snapdragon 8 Gen 5 berada di antara chipset flagship murni dan flagship killer premium. Chipset ini sudah cukup untuk menjalankan game berat, editing video 4K, multitasking ekstrem, hingga AI generatif berbasis perangkat.
Dari seluruh daftar di atas, chipset yang performanya paling mendekati Snapdragon 8 Gen 5 adalah Dimensity 9400 Plus, Snapdragon 8 Elite, dan Apple A19. Ketiganya memiliki kombinasi performa CPU dan GPU yang cukup seimbang untuk penggunaan harian maupun gaming berat.
Sementara itu, jika berbicara soal performa mentah, Dimensity 9500 dan Snapdragon 8 Elite Gen 5 sudah berada satu level di atas Snapdragon 8 Gen 5.
Kesimpulan
Snapdragon 8 Gen 5 menjadi salah satu chipset flagship paling menarik di 2026 karena menawarkan kombinasi performa tinggi dan efisiensi daya yang lebih stabil dibanding chipset flagship ekstrem lainnya.
Namun, persaingan di kelas premium semakin ketat. MediaTek berhasil menghadirkan Dimensity 9400 dan Dimensity 9500 sebagai rival serius Qualcomm, sementara Apple tetap unggul pada performa single-core dan optimalisasi software melalui Apple A19.
Di sisi lain, Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih menjadi pilihan untuk pengguna yang menginginkan performa maksimal tanpa kompromi, khususnya untuk gaming AAA dan AI processing tingkat tinggi.
Pada akhirnya, memilih chipset terbaik tidak hanya soal angka benchmark. Optimalisasi software, sistem pendingin, kapasitas baterai, dan kualitas layar tetap menjadi faktor penting yang menentukan pengalaman penggunaan smartphone secara keseluruhan.




