
Daftar Lengkap Chipset yang Setara dengan UNISOC T7250 (T615)
Pasar smartphone entry level saat ini tidak lagi hanya mengandalkan desain menarik atau kapasitas baterai besar. Performa chipset kini menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan pengguna...
Pasar smartphone entry level saat ini tidak lagi hanya mengandalkan desain menarik atau kapasitas baterai besar. Performa chipset kini menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan pengguna sebelum membeli HP murah, terutama untuk kebutuhan multitasking, media sosial, hingga gaming ringan. Salah satu chipset yang cukup banyak digunakan pada smartphone harga Rp1 jutaan sampai Rp2 jutaan adalah UNISOC T7250.
Table Of Content
Chipset ini sebenarnya bukan nama baru di industri mobile. UNISOC T7250 merupakan versi rebranding dari UNISOC T615 yang sebelumnya sudah lebih dulu beredar di pasar global. Karena menggunakan konfigurasi CPU, GPU, dan fabrikasi yang identik, performa keduanya pun hampir tidak memiliki perbedaan signifikan.
Meski nama UNISOC masih kalah populer dibanding Qualcomm Snapdragon atau MediaTek Helio di Indonesia, performa UNISOC T7250 ternyata cukup kompetitif di kelas entry-level. Chipset ini sudah mampu menangani aktivitas harian seperti browsing, streaming video, media sosial, hingga memainkan game populer seperti Mobile Legends dan Free Fire pada pengaturan grafis menengah.
Lalu, UNISOC T7250 setara apa? Berikut beberapa chipset yang memiliki performa mirip berdasarkan spesifikasi arsitektur, skor benchmark, kemampuan gaming, hingga efisiensi daya.
Sekilas Tentang UNISOC T7250 (T615)
Sebelum membahas chipset pembandingnya, penting untuk memahami spesifikasi dasar UNISOC T7250 terlebih dahulu. Chipset ini dibangun menggunakan fabrikasi 12 nm dengan CPU octa-core yang terdiri dari dua inti Cortex-A75 berkecepatan 1,8 GHz untuk performa dan enam inti Cortex-A55 1,6 GHz untuk efisiensi daya.
Untuk pengolahan grafis, UNISOC menyematkan GPU Mali-G57 MC2 dengan clock speed hingga 850 MHz. GPU ini tergolong cukup modern di kelas entry-level karena sudah mampu memberikan performa grafis lebih stabil dibanding beberapa GPU lawas di kelas harga serupa.
UNISOC T7250 juga mendukung RAM LPDDR4X, storage eMMC 5.1 hingga UFS 2.2, layar Full HD+, kamera resolusi tinggi, serta konektivitas 4G LTE. Dalam pengujian benchmark pada Redmi A5, chipset ini mencatat skor AnTuTu v10 sekitar 264 ribu poin, Geekbench 6 single-core 439 poin, dan multi-core 1.471 poin.
Skor tersebut membuat UNISOC T7250 cukup relevan untuk smartphone entry-level modern yang fokus pada keseimbangan performa dan efisiensi daya.
1.MediaTek Helio G85

Salah satu chipset yang paling sering dianggap setara dengan UNISOC T7250 adalah MediaTek Helio G85. Chipset ini cukup populer karena pernah digunakan pada berbagai HP gaming murah seperti Redmi Note series, Infinix Hot series, hingga Tecno Spark series.
Helio G85 sama-sama menggunakan fabrikasi 12 nm dengan konfigurasi CPU dua inti Cortex-A75 dan enam inti Cortex-A55. Perbedaannya terletak pada clock speed yang sedikit lebih tinggi, yakni hingga 2 GHz untuk inti performa. Sementara GPU yang digunakan adalah Mali-G52 MP2.
Dalam benchmark, Helio G85 biasanya memperoleh skor AnTuTu v10 di kisaran 260 ribuan poin, tidak jauh berbeda dari UNISOC T7250. Pada pengujian Geekbench 6, performanya juga cukup berdekatan dengan single-core sekitar 413 poin dan multi-core 1.332 poin.
Secara penggunaan sehari-hari, Helio G85 dikenal punya stabilitas gaming yang cukup baik untuk game ringan hingga menengah. Namun, UNISOC T7250 unggul dari sisi GPU yang lebih modern sehingga performa grafisnya bisa lebih efisien pada beberapa skenario.
2. Helio G81

MediaTek Helio G81 juga masuk dalam kategori chipset yang performanya mirip dengan UNISOC T7250. Chipset ini dirancang untuk pasar entry-level dengan fokus pada efisiensi daya dan pengalaman gaming kasual.
Helio G81 menggunakan konfigurasi CPU dua inti Cortex-A75 2 GHz dan enam inti Cortex-A55 1,7 GHz. GPU yang digunakan adalah Mali-G52 MC2 dengan clock speed hingga 820 MHz.
Selain mendukung MediaTek HyperEngine untuk optimasi gaming, chipset ini juga sudah memiliki dukungan AI ringan melalui NeuroPilot dan mampu memutar video hingga resolusi 2K 30 FPS.
Meski performanya sedikit berada di bawah Helio G85, pengalaman penggunaan sehari-hari yang ditawarkan Helio G81 masih cukup nyaman untuk media sosial, streaming video, browsing, dan game seperti Free Fire maupun PUBG Mobile Lite.
3. Snapdragon 680

Jika mencari chipset Snapdragon yang setara dengan UNISOC T7250, Snapdragon 680 menjadi salah satu pilihan paling mendekati. Meski sama-sama masih menggunakan jaringan 4G LTE, Snapdragon 680 punya keunggulan besar dari sisi efisiensi daya berkat fabrikasi 6 nm yang lebih modern.
Chipset ini menggunakan CPU Kryo 265 octa-core dengan kecepatan hingga 2,4 GHz dan GPU Adreno 610. Selain itu, Snapdragon 680 juga dibekali ISP Spectra 346 yang mendukung kamera hingga 64 MP serta layar Full HD+ refresh rate 90 Hz.
Dalam penggunaan nyata, Snapdragon 680 dikenal hemat baterai dan memiliki suhu yang relatif stabil. Karena itulah chipset ini cukup sering digunakan pada smartphone tipis dengan daya tahan baterai panjang.
Meski performa gaming-nya tidak terlalu agresif, Snapdragon 680 masih mampu menjalankan game populer dengan pengaturan grafis menengah. Untuk pengguna yang lebih mengutamakan efisiensi daya dibanding performa mentah, chipset ini masih menjadi salah satu opsi menarik.
4. MediaTek Helio G91

Helio G91 merupakan chipset lain yang performanya berada di kelas serupa dengan UNISOC T7250. Secara arsitektur, chipset ini masih satu keluarga dengan Helio G85 dan G88 karena sama-sama memakai kombinasi Cortex-A75 dan Cortex-A55 serta GPU Mali-G52 MP2.
Perbedaan utamanya terletak pada dukungan kamera yang lebih modern. Helio G91 sudah mendukung sensor kamera hingga 108 MP sehingga lebih fleksibel digunakan pada smartphone entry-level terbaru yang mulai mengandalkan kamera resolusi besar sebagai nilai jual utama.
Dalam penggunaan harian, performa Helio G91 masih berada di rentang yang mirip dengan UNISOC T7250. Aktivitas seperti multitasking ringan, streaming video, dan gaming kasual masih bisa berjalan cukup stabil.
5. Helio G88

Nama MediaTek Helio G88 tentu sudah cukup familiar di pasar smartphone Indonesia. Chipset ini sempat populer karena digunakan pada Redmi 10, Redmi 12, hingga beberapa HP Infinix dan Tecno.
Helio G88 menggunakan fabrikasi 12 nm dengan kombinasi CPU Cortex-A75 dan Cortex-A55 serta GPU Mali-G52 MP2. Skor benchmark AnTuTu-nya biasanya berada di kisaran 250 ribuan poin, cukup dekat dengan UNISOC T7250.
Kelebihan Helio G88 ada pada optimasi software yang cukup matang karena sudah digunakan di banyak perangkat selama beberapa tahun terakhir. Namun, kekurangannya adalah masih terbatas pada storage eMMC 5.1 sehingga loading aplikasi terkadang terasa lebih lambat dibanding chipset yang sudah mendukung UFS.
Meski demikian, Helio G88 masih cocok untuk pengguna yang membutuhkan HP murah untuk aktivitas harian, media sosial, streaming, dan gaming ringan.
6. UNISOC T7255 (T616)

Chipset yang paling dekat dengan UNISOC T7250 tentu adalah UNISOC T7255 atau yang sebelumnya dikenal sebagai UNISOC T616. Keduanya memiliki DNA yang hampir identik, baik dari sisi CPU maupun efisiensi daya.
UNISOC T7255 menggunakan dua inti Cortex-A75 2 GHz dan enam inti Cortex-A55 1,8 GHz. Sementara GPU yang dipakai adalah Mali-G57 MP1.
Dalam benchmark, chipset ini mencatat skor AnTuTu v10 sekitar 274 ribu poin, Geekbench 6 single-core 452 poin, dan multi-core 1.503 poin. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding UNISOC T7250, tetapi selisih performanya tidak terlalu jauh dalam penggunaan nyata.
Karena memiliki arsitektur serupa, pengalaman penggunaan keduanya pun terasa hampir sama, baik untuk multitasking ringan maupun gaming kasual.
Mana Chipset yang Paling Setara dengan UNISOC T7250?
Jika melihat konfigurasi CPU, GPU, dan skor benchmark secara keseluruhan, MediaTek Helio G85 bisa dianggap sebagai chipset yang paling mendekati UNISOC T7250. Keduanya sama-sama menawarkan performa stabil untuk HP entry-level dan gaming ringan.
Namun, jika fokus utama ada pada efisiensi daya dan daya tahan baterai, Snapdragon 680 masih lebih unggul berkat fabrikasi 6 nm yang lebih modern dan hemat energi.
Sementara itu, UNISOC T7255 atau T616 bisa disebut sebagai chipset yang paling identik karena berasal dari keluarga yang sama dan hanya mengalami sedikit peningkatan clock speed.
Kesimpulan
UNISOC T7250 membuktikan bahwa chipset entry-level saat ini sudah mampu menawarkan performa yang cukup kompetitif untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan skor AnTuTu di kisaran 260 ribuan poin, chipset ini masih layak digunakan untuk multitasking ringan, streaming video, hingga gaming kasual.
Beberapa chipset yang bisa dianggap setara dengan UNISOC T7250 antara lain MediaTek Helio G85, Helio G81, Snapdragon 680, Helio G91, Helio G88, dan UNISOC T7255 (T616).
Masing-masing chipset memiliki karakteristik berbeda, mulai dari efisiensi daya, kestabilan gaming, hingga dukungan multimedia dan kamera. Karena itu, memilih smartphone sebaiknya tidak hanya melihat chipset semata, tetapi juga mempertimbangkan optimasi software, kapasitas RAM, kualitas layar, dan kapasitas baterai yang digunakan perangkat tersebut.




