
10 Chipset yang Setara dengan MediaTek Helio G85, Masih Layak untuk Gaming dan Daily Driver?
MediaTek Helio G85 menjadi salah satu chipset yang paling populer di kelas entry-level hingga mid-range murah. Chipset ini banyak digunakan pada HP harga Rp2 jutaan sampai Rp3 jutaan karena...
MediaTek Helio G85 menjadi salah satu chipset yang paling populer di kelas entry-level hingga mid-range murah. Chipset ini banyak digunakan pada HP harga Rp2 jutaan sampai Rp3 jutaan karena menawarkan kombinasi performa harian yang stabil, kemampuan gaming yang cukup baik, serta efisiensi daya yang masih kompetitif.
Table Of Content
- 1. Qualcomm Snapdragon 820
- Kelebihan Snapdragon 820
- Kekurangan Snapdragon 820
- 2. Qualcomm Snapdragon 821
- Kelebihan Snapdragon 821
- Kekurangan Snapdragon 821
- 3. Apple A9
- Kelebihan Apple A9
- Kekurangan Apple A9
- 4. MediaTek Helio X30
- Kelebihan Helio X30
- Kekurangan Helio X30
- 5. MediaTek Helio P90
- Kelebihan Helio P90
- Kekurangan Helio P90
- 6. Samsung Exynos 8890
- Kelebihan Exynos 8890
- Kekurangan Exynos 8890
- 7. MediaTek Helio G80
- Kelebihan Helio G80
- Kekurangan Helio G80
- 8. MediaTek Helio G70
- Kelebihan Helio G70
- Kekurangan Helio G70
- 9. MediaTek Helio P65
- Kelebihan Helio P65
- Kekurangan Helio P65
- 10. HiSilicon Kirin 960
- Kelebihan Kirin 960
- Kekurangan Kirin 960
Beberapa smartphone populer yang memakai chipset ini antara lain berasal dari lini Xiaomi Redmi, realme, Infinix, TECNO, hingga POCO. Popularitasnya membuat banyak pengguna mulai mencari chipset setara Helio G85 sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli smartphone baru.
Helio G85 sendiri hadir dengan konfigurasi octa-core yang terdiri dari dua inti Cortex-A75 berkecepatan 2 GHz dan enam inti Cortex-A55 1,8 GHz. Chipset ini diproduksi menggunakan fabrikasi 12 nm dan dipadukan GPU Mali-G52 MP2 dengan clock speed hingga 1.000 MHz.
Meski tergolong chipset lama, performa Helio G85 masih cukup relevan untuk aktivitas sehari-hari seperti multitasking, media sosial, streaming, hingga bermain game populer seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Free Fire.
Namun, Helio G85 bukan satu-satunya chipset yang menawarkan performa di level tersebut. Ada sejumlah SoC lain dari Qualcomm, Samsung Exynos, Apple, hingga HiSilicon yang punya performa mendekati atau bahkan sedikit lebih baik dalam beberapa aspek tertentu.
Berikut daftar chipset yang setara dengan MediaTek Helio G85 beserta kelebihan dan kekurangannya.
1. Qualcomm Snapdragon 820
Snapdragon 820 sebenarnya merupakan chipset flagship Qualcomm pada tahun 2015. Meski usianya sudah cukup tua, performanya masih berada di level yang mirip dengan Helio G85 untuk beberapa skenario penggunaan. Chipset ini memakai CPU quad-core Kryo dengan clock speed hingga 2,2 GHz. Dari sisi performa single-core, Snapdragon 820 masih cukup kuat bahkan dibanding chipset entry-level modern. Keunggulan lainnya ada pada dukungan perekaman video 4K 30fps dan modem LTE Cat.12 yang menawarkan kecepatan internet lebih tinggi dibanding Helio G85. Namun, Snapdragon 820 punya konsumsi daya yang lebih besar karena masih memakai fabrikasi 14 nm dengan TDP sekitar 11W. Hal ini membuat suhu perangkat cenderung lebih mudah meningkat saat dipakai gaming.
Kelebihan Snapdragon 820
- Performa CPU masih kompetitif
- Mendukung video 4K 30fps
- LTE Cat.12 lebih cepat
Kekurangan Snapdragon 820
- Konsumsi daya lebih tinggi
- Hanya quad-core
- Chipset tergolong lawas
2. Qualcomm Snapdragon 821
Snapdragon 821 merupakan versi penyempurnaan dari Snapdragon 820. Qualcomm meningkatkan clock speed CPU menjadi 2,34 GHz sehingga performanya sedikit lebih tinggi. Secara umum, pengalaman penggunaan chipset ini masih terasa responsif untuk multitasking maupun gaming ringan. Optimasi aplikasi di chipset Snapdragon juga masih menjadi nilai tambah karena banyak game lebih stabil berjalan di GPU Adreno. Sayangnya, fabrikasi 14 nm membuat efisiensi dayanya kalah dibanding Helio G85.
Kelebihan Snapdragon 821
- Clock speed lebih tinggi
- Optimasi game cukup baik
- Mendukung perekaman 4K
Kekurangan Snapdragon 821
- Efisiensi daya kalah
- GPU mulai tertinggal
- Hanya memiliki empat inti CPU
3. Apple A9
Apple A9 menjadi salah satu chipset paling menarik dalam daftar ini. Meski hanya memakai dual-core, performanya masih dapat disejajarkan dengan Helio G85 berkat optimalisasi iOS yang terkenal efisien.
Chipset ini pertama kali hadir pada iPhone 6s dan iPhone 6s Plus. Untuk penggunaan harian, Apple A9 masih terasa cukup responsif bahkan di tahun-tahun setelah perilisannya. Apple A9 juga mendukung perekaman video 4K 30fps dan konektivitas LTE yang cepat.
Kelebihan Apple A9
- Optimalisasi iOS masih bagus
- Mendukung video 4K
- Performa single-core kuat
Kekurangan Apple A9
- Hanya dual-core
- GPU lebih rendah
- Fabrikasi 14 nm
4. MediaTek Helio X30
Helio X30 merupakan chipset flagship MediaTek sebelum era Dimensity. Chipset ini menggunakan konfigurasi deca-core atau 10 inti CPU yang cukup unik. Chipset ini dibuat menggunakan fabrikasi 10 nm yang lebih kecil dibanding Helio G85. Efisiensi dayanya juga cukup baik untuk ukuran chipset lawas. Dari sisi performa multitasking, Helio X30 masih mampu memberikan pengalaman penggunaan yang cukup nyaman.
Kelebihan Helio X30
- Fabrikasi 10 nm
- Konfigurasi 10 inti
- Mendukung RAM LPDDR4X
Kekurangan Helio X30
- Sudah cukup tua
- GPU tidak terlalu kuat
- Jarang dipakai di smartphone modern
5. MediaTek Helio P90
Helio P90 menjadi salah satu chipset MediaTek yang paling mendekati Helio G85 dari sisi spesifikasi maupun performa. Chipset ini memakai CPU Cortex-A75 2,2 GHz dan Cortex-A55 2 GHz. Performanya sedikit lebih tinggi dibanding Helio G85 terutama untuk multitasking. Selain itu, Helio P90 juga punya dukungan AI Processing Unit (APU) yang cukup kuat pada masanya.
Kelebihan Helio P90
- CPU lebih kencang
- Mendukung kamera 64 MP
- LTE Cat.12 lebih cepat
Kekurangan Helio P90
- GPU sedikit lebih lemah
- Kurang fokus untuk gaming
6. Samsung Exynos 8890
Exynos 8890 adalah chipset flagship Samsung yang digunakan pada Galaxy S7 series. Meski usianya cukup tua, performanya masih bisa dibandingkan dengan Helio G85.
Chipset ini mengandalkan CPU custom Mongoose dan GPU Mali-T880 MP12. Dalam penggunaan sehari-hari, performanya masih memadai untuk multitasking dan gaming ringan.
Namun, efisiensi dayanya tidak sebaik chipset modern karena masih menggunakan fabrikasi 14 nm.
Kelebihan Exynos 8890
- LTE Cat.12
- Bandwidth RAM lebih besar
- Performa multitasking cukup baik
Kekurangan Exynos 8890
- GPU mulai tertinggal
- Konsumsi daya lebih besar
7. MediaTek Helio G80
Helio G80 bisa disebut sebagai saudara terdekat Helio G85. Spesifikasinya hampir identik, mulai dari CPU, fabrikasi, hingga GPU. Perbedaan utama hanya terletak pada clock speed GPU yang sedikit lebih rendah di angka 950 MHz. Dalam praktiknya, performa kedua chipset ini hampir tidak berbeda jauh.
Kelebihan Helio G80
- Performa mirip Helio G85
- Harga HP biasanya lebih murah
- Cocok untuk gaming ringan
Kekurangan Helio G80
- GPU sedikit lebih rendah
- Tidak banyak peningkatan signifikan
8. MediaTek Helio G70
Helio G70 menjadi chipset gaming entry-level lain yang cukup populer. Chipset ini banyak digunakan pada smartphone murah dengan fokus gaming. Meski GPU Mali-G52 miliknya hanya berjalan di 820 MHz, performanya masih cukup untuk menjalankan game populer dengan setting grafis menengah.
Kelebihan Helio G70
- Harga smartphone lebih murah
- Gaming masih cukup nyaman
- Dukungan HyperEngine Gaming
Kekurangan Helio G70
- GPU lebih rendah
- Performa multitasking sedikit di bawah Helio G85
9. MediaTek Helio P65
Helio P65 lebih difokuskan untuk penggunaan umum seperti fotografi dan produktivitas dibanding gaming. Meski begitu, performanya masih cukup dekat dengan Helio G85 terutama untuk penggunaan sehari-hari. Chipset ini juga banyak ditemukan pada smartphone murah yang kini harganya semakin terjangkau.
Kelebihan Helio P65
- Harga smartphone murah
- Performa harian cukup baik
- Efisiensi daya masih oke
Kekurangan Helio P65
- GPU lebih lemah
- Kurang optimal untuk gaming berat
10. HiSilicon Kirin 960
Kirin 960 merupakan chipset flagship Huawei yang dulu digunakan pada Huawei Mate 9 dan P10 Plus. Chipset ini memakai CPU Cortex-A73 dengan clock speed hingga 2,36 GHz dan GPU Mali-G71 MP8. Meski sudah lama dirilis, performa grafisnya masih cukup kompetitif dibanding Helio G85.
Kelebihan Kirin 960
- Mendukung video 4K
- Performa CPU masih bagus
- Bandwidth RAM tinggi
Kekurangan Kirin 960
- Fabrikasi 16 nm
- Konsumsi daya lebih tinggi
- Sudah cukup tua
Perbandingan Singkat Chipset Setara Helio G85
| Chipset | Fabrikasi | CPU Utama | GPU | Kelebihan Utama |
|---|---|---|---|---|
| Helio G85 | 12 nm | Cortex-A75 2 GHz | Mali-G52 MP2 | Gaming entry-level |
| Snapdragon 820 | 14 nm | Kryo 2.2 GHz | Adreno 530 | Video 4K |
| Snapdragon 821 | 14 nm | Kryo 2.34 GHz | Adreno 530 | Performa CPU |
| Apple A9 | 14 nm | Twister 1.85 GHz | PowerVR GT7600 | Optimalisasi iOS |
| Helio X30 | 10 nm | Cortex-A73 2.6 GHz | PowerVR 7XTP | Deca-core |
| Helio P90 | 12 nm | Cortex-A75 2.2 GHz | PowerVR GM9446 | AI Processing |
| Exynos 8890 | 14 nm | Mongoose 2.3 GHz | Mali-T880 MP12 | LTE cepat |
| Helio G80 | 12 nm | Cortex-A75 2 GHz | Mali-G52 MP2 | Mirip G85 |
| Helio G70 | 12 nm | Cortex-A75 2 GHz | Mali-G52 | Gaming murah |
| Kirin 960 | 16 nm | Cortex-A73 2.36 GHz | Mali-G71 MP8 | GPU kompetitif |
Kesimpulan

MediaTek Helio G85 masih menjadi salah satu chipset entry-level yang cukup relevan hingga saat ini, terutama untuk smartphone harga Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan. Performanya masih mampu menangani gaming ringan, multitasking, serta aktivitas harian dengan cukup stabil.
Namun, ada banyak chipset lain yang ternyata punya performa setara dengan Helio G85. Beberapa bahkan berasal dari kelas flagship lawas seperti Snapdragon 820, Exynos 8890, hingga Kirin 960.
Jika mencari HP murah untuk gaming, Helio G80 dan Helio G70 masih menjadi alternatif paling dekat. Sementara bagi pengguna yang lebih fokus pada performa multitasking atau multimedia, chipset seperti Helio P90 dan Snapdragon 821 juga masih menarik dipertimbangkan.
Pada akhirnya, performa smartphone tidak hanya ditentukan chipset saja. Optimalisasi software, sistem pendingin, kapasitas RAM, serta jenis penyimpanan juga ikut berpengaruh terhadap pengalaman penggunaan sehari-hari.




