
12 Kelebihan dan Kekurangan Huawei Mate 80 Pro, Flagship Kamera Premium dengan Baterai Tahan Lama
Huawei akhirnya membawa kembali lini Mate non-lipat ke Indonesia melalui kehadiran Huawei Mate 80 Pro pada April 2026. Kehadiran perangkat ini cukup menarik karena seri Mate sebelumnya yang masuk...
Huawei akhirnya membawa kembali lini Mate non-lipat ke Indonesia melalui kehadiran Huawei Mate 80 Pro pada April 2026. Kehadiran perangkat ini cukup menarik karena seri Mate sebelumnya yang masuk resmi ke Indonesia adalah Huawei Mate 40 Pro pada 2020 lalu. Setelah absen beberapa tahun, Huawei kembali mencoba bersaing di segmen flagship premium dengan membawa kombinasi kamera canggih, baterai besar, desain premium, dan fitur ketahanan bodi yang lengkap.
Table Of Content
- 1. Performa Kirin 9030 Masih Kompetitif untuk Kebutuhan Berat
- 2. Baterai 5.750 mAh Jadi Salah Satu yang Paling Awet di Kelas Flagship
- 3. Fast Charging 100W dan Wireless Charging 80W
- 4. Kamera Utama 50 MP dengan Variable Aperture Fisik
- 5. Kamera Periscope 48 MP Punya Macro yang Menarik
- 6. Kamera Ultrawide 40 MP Punya Detail Tinggi
- 7. Layar LTPO OLED 120Hz yang Cerah dan Tajam
- 8. Proteksi Kunlun Glass 2 dan Sertifikasi IP68/IP69
- 9. Desain Premium dengan Material Vegan Fiber
- 10. Speaker Stereo
- 11. Tidak Mendukung Google Mobile Services dan 5G
- 12. Sensor Sidik Jari Masih di Samping dan Dukungan Software Kurang Jelas
Di Indonesia, ponsel ini dijual dengan harga sekitar Rp16.799.000 untuk konfigurasi RAM 16 GB dan penyimpanan internal 512 GB. Harga tersebut menempatkannya langsung berhadapan dengan flagship premium lain seperti Samsung Galaxy S26 Ultra, iPhone 17 Pro Max, hingga berbagai ponsel Snapdragon 8 Elite.
Namun, apakah HP Huawei terbaru ini memang layak dipilih di kelas harga tersebut? Berikut pembahasan lengkap mengenai kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan Huawei Mate 80 Pro

1. Performa Kirin 9030 Masih Kompetitif untuk Kebutuhan Berat
Huawei Mate 80 Pro menggunakan chipset Kirin 9030 buatan HiSilicon yang diproduksi oleh SMIC dengan proses fabrikasi N+3. Teknologi ini disebut berada di antara node 7nm dan 5nm, menjadikannya salah satu pencapaian terbaru industri semikonduktor China. Chipset ini hadir dengan konfigurasi 9-core dan 14-thread berkat teknologi SMT (Simultaneous Multithreading). Pendekatan ini cukup unik karena mirip konsep hyper-threading pada prosesor desktop. Teknologi tersebut memungkinkan efisiensi pemrosesan yang lebih baik ketika menjalankan banyak tugas secara bersamaan.
Dalam pengujian sintetis, smartphone ini mencatat skor AnTuTu sekitar 1,7 juta poin. Sementara Geekbench 6 menghasilkan skor single-core 1.273 dan multi-core 5.130. Memang secara angka masih tertinggal dari Snapdragon 8 Elite atau Apple A18 Pro, tetapi performa nyata sehari-harinya tetap terasa lancar. Game berat seperti Genshin Impact dan Wuthering Waves dapat berjalan stabil pada pengaturan grafis tinggi. Sistem pendingin dual-phase change yang digunakan juga membantu menjaga suhu tetap terkendali saat gaming dalam durasi panjang.
2. Baterai 5.750 mAh Jadi Salah Satu yang Paling Awet di Kelas Flagship
Daya tahan baterai menjadi salah satu nilai jual terbesar Huawei Mate 80 Pro. Kapasitas baterainya mencapai 5.750 mAh, angka yang cukup besar untuk perangkat flagship dengan bodi di bawah 8 mm. Dalam pengujian PhoneArena, ponsel ini mampu mencatat estimasi daya tahan lebih dari 10 jam penggunaan aktif. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibanding beberapa flagship populer lain seperti iPhone 17 Pro Max maupun Samsung Galaxy S26 Ultra. Untuk aktivitas harian seperti media sosial, navigasi, kamera, streaming, hingga gaming ringan, perangkat ini dapat bertahan hingga dua hari penggunaan normal. Ini membuat Huawei Mate 80 Pro cocok untuk pengguna yang membutuhkan smartphone dengan daya tahan panjang tanpa sering mengisi ulang baterai.
3. Fast Charging 100W dan Wireless Charging 80W
Selain awet, pengisian daya Huawei Mate 80 Pro juga tergolong cepat. Huawei menyertakan charger 100W langsung di dalam kotak penjualan. Pengisian daya dari kosong hingga 67 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sementara pengisian penuh dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam. Untuk wireless charging, Huawei Mate 80 Pro mendukung hingga 80W. Angka ini termasuk tinggi untuk standar pengisian nirkabel saat ini. Tersedia pula reverse wireless charging 18W yang memungkinkan perangkat mengisi daya TWS atau smartwatch.
4. Kamera Utama 50 MP dengan Variable Aperture Fisik
Salah satu fitur paling menarik di Huawei Mate 80 Pro adalah kamera utama 50 MP yang menggunakan variable aperture fisik. Fitur ini memungkinkan bukaan lensa berubah dari f/1.4 hingga f/4.0 secara mekanis. Teknologi variable aperture sebenarnya lebih umum ditemukan pada kamera profesional dibanding smartphone. Dengan bukaan besar f/1.4, kamera dapat menangkap cahaya lebih banyak saat malam hari. Sedangkan f/4.0 membantu menghasilkan depth of field lebih luas untuk foto landscape. Hasil foto siang hari terlihat detail dengan dynamic range luas. Di malam hari, kamera masih mampu menjaga detail dan reproduksi warna tetap natural tanpa noise berlebihan. Untuk video, Huawei Mate 80 Pro mampu merekam hingga resolusi 4K 60fps dengan stabilisasi yang baik. Hasil videonya konsisten tajam baik siang maupun malam.
5. Kamera Periscope 48 MP Punya Macro yang Menarik
Huawei juga membekali Mate 80 Pro dengan kamera telefoto periscope 48 MP yang mendukung optical zoom 4x sebagai kelebihan. Kamera ini dilengkapi OIS dan PDAF untuk membantu fokus tetap stabil. Di mode zoom 4x hingga 10x, detail foto masih terjaga dengan baik. Warna yang dihasilkan juga konsisten dengan kamera utama. Yang menarik, kamera telefoto ini juga mendukung mode macro dengan jarak fokus minimum hanya sekitar 5 cm. Pengguna bisa memotret detail kecil seperti tekstur objek atau serangga dengan hasil yang tajam.
6. Kamera Ultrawide 40 MP Punya Detail Tinggi
Berbeda dengan kebanyakan flagship yang memakai ultrawide 12 MP atau 13 MP, Huawei Mate 80 Pro menggunakan sensor ultrawide 40 MP. Resolusi tinggi tersebut membantu menghasilkan detail lebih baik terutama untuk foto landscape dan arsitektur. Distorsi di bagian tepi juga cukup minim dibanding ultrawide smartphone pada umumnya. Kamera ini juga mendukung perekaman video 4K 60fps dengan sudut pandang lebar yang cocok untuk kebutuhan konten video maupun vlog.
7. Layar LTPO OLED 120Hz yang Cerah dan Tajam
Huawei Mate 80 Pro menggunakan panel LTPO OLED 6,75 inci dengan refresh rate adaptif 1–120Hz. Teknologi LTPO memungkinkan refresh rate menyesuaikan kebutuhan sehingga lebih hemat daya. Resolusi 1280 x 2832 piksel menghasilkan tingkat ketajaman tinggi dengan kepadatan sekitar 460 ppi. Konten multimedia, game, maupun teks terlihat tajam. Kecerahan puncaknya mencapai 3.000 nits sehingga layar tetap nyaman dilihat di bawah sinar matahari. Huawei juga menambahkan PWM dimming 1440Hz untuk membantu mengurangi ketegangan mata saat penggunaan malam hari.
8. Proteksi Kunlun Glass 2 dan Sertifikasi IP68/IP69
Perangkat ini dibekali Kunlun Glass 2 yang diklaim memiliki ketahanan benturan lebih baik dibanding kaca smartphone biasa. Selain itu, perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69. Artinya, Huawei Mate 80 Pro tahan terhadap debu, air, hingga semprotan air bertekanan tinggi. Kombinasi ini membuat perangkat terasa lebih aman digunakan untuk aktivitas luar ruangan maupun perjalanan.
9. Desain Premium dengan Material Vegan Fiber
Huawei menggunakan material vegan fiber pada bagian belakang bodi. Material ini memberikan tekstur unik yang tidak licin serta membantu mengurangi bekas sidik jari. Ketebalan bodinya hanya sekitar 7,95 mm sehingga masih terasa nyaman digenggam meski membawa baterai besar. Finishing rangka aluminium glossy juga memperkuat kesan premium yang menjadi ciri khas seri Mate.
10. Speaker Stereo
Sektor audio Huawei Mate 80 Pro termasuk salah satu yang cukup menonjol. Speaker stereo yang digunakan menghasilkan suara lantang dengan karakter bass kuat. Efek audio 3D saat bermain game maupun menonton film juga terasa imersif. Pada volume tinggi, kualitas suaranya masih tetap bersih tanpa distorsi berlebihan.
Kekurangan Huawei Mate 80 Pro

11. Tidak Mendukung Google Mobile Services dan 5G
Ketiadaan Google Mobile Services (GMS) masih menjadi kekurangan utama Huawei Mate 80 Pro. Pengguna memang bisa menggunakan alternatif seperti GBox, tetapi pengalaman penggunaan belum sepenuhnya sama dengan perangkat Android biasa.
Selain itu, di versi Indonesia HP ini belum mendukung jaringan 5G. Untuk ponsel di kelas harga Rp16 jutaan, absennya 5G tentu menjadi pertimbangan penting bagi sebagian pengguna.
12. Sensor Sidik Jari Masih di Samping dan Dukungan Software Kurang Jelas
Huawei Mate 80 Pro masih menggunakan sensor sidik jari di tombol power samping, bukan under-display fingerprint seperti mayoritas flagship premium saat ini.
Selain itu, Huawei belum memberikan kepastian jelas mengenai durasi update software utama dan patch keamanan. Berbeda dengan Samsung atau Apple yang sudah transparan mengenai dukungan pembaruan jangka panjang.
Kesimpulan

Huawei Mate 80 Pro adalah flagship yang menawarkan banyak hal menarik, terutama di sektor kamera, baterai, layar, dan kualitas desain. Kamera variable aperture fisik menjadi fitur yang cukup jarang ditemukan di smartphone modern, sementara daya tahan baterainya termasuk salah satu yang terbaik di kelas flagship.
Namun, absennya Google Mobile Services dan jaringan 5G membuat perangkat ini tidak cocok untuk semua pengguna. Dari sisi performa mentah, Kirin 9030 juga masih kalah dibanding chipset flagship terbaru dari Qualcomm maupun Apple.
Jika Anda mencari smartphone flagship dengan fokus utama fotografi, baterai tahan lama, dan kualitas desain premium, Huawei Mate 80 Pro masih menjadi pilihan yang menarik. Namun bagi pengguna yang sangat bergantung pada layanan Google dan konektivitas 5G, ada baiknya mempertimbangkan alternatif lain di kelas harga serupa.




