
Kelebihan dan Kekurangan Apple iPhone 17e, Wajib Tahu Sebelum Beli!
Di tengah jajaran iPhone terbaru tahun 2026, iPhone 17e hadir sebagai opsi yang cukup menarik, terutama untuk pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus membayar harga setinggi model...
Di tengah jajaran iPhone terbaru tahun 2026, iPhone 17e hadir sebagai opsi yang cukup menarik, terutama untuk pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus membayar harga setinggi model Pro. Posisi seri “e” sendiri memang unik, karena Apple mencoba menawarkan pengalaman inti iPhone dengan beberapa kompromi yang masih bisa diterima.
Table Of Content
- Kelebihan iPhone 17e
- 1. Performa Apple A19 Masih Masuk Kelas Flagship
- 2. Layar OLED Tajam dengan Warna Akurat
- 3. Build Quality Solid dengan Ceramic Shield 2
- 4. Baterai Lebih Awet dan Kini Sudah Ada MagSafe
- 5. Action Button Lebih Fleksibel
- 6. Kamera 48 MP Andal untuk Foto Harian
- 7. Penyimpanan Dasar Langsung 256 GB
- 8. Ekosistem Apple Masih Sulit Ditandingi
- 9. Dukungan Update iOS Panjang
- 10. Face ID Tetap Cepat dan Aman
- 11. Harga Lebih Rasional untuk Masuk ke Ekosistem Apple
- Kekurangan iPhone 17e
- 1. Layar Masih 60Hz
- 2. Masih Pakai Notch, Bukan Dynamic Island
- 3. Hanya Satu Kamera Belakang
- 4. Charging Kabel Masih 20W
- Kesimpulan
Menariknya, iPhone 17e tidak terasa seperti perangkat “murahan”. Apple tetap menyematkan chip A19, penyimpanan dasar 256 GB, dukungan MagSafe, hingga Action Button yang sebelumnya identik dengan model lebih mahal. Kombinasi ini membuatnya tetap relevan untuk penggunaan jangka panjang.
Namun, seperti biasa, ada beberapa pengurangan fitur yang harus dipahami sebelum membeli. Berikut adalah ulasan lengkap kelebihan dan kekurangan iPhone 17e.
Kelebihan iPhone 17e

1. Performa Apple A19 Masih Masuk Kelas Flagship
Salah satu daya tarik utama iPhone 17e tentu ada di sektor performa. Apple membekalinya dengan Apple A19, chipset yang juga digunakan iPhone 17 reguler. Ini membuat performa iPhone 17e berada di level flagship, bukan sekadar kelas menengah premium. Chip ini memakai konfigurasi CPU enam inti yang terdiri dari dua inti performa dan empat inti efisiensi. Dalam praktiknya, performa multitasking, editing video, hingga gaming berat masih terasa mulus. Bahkan game AAA seperti Resident Evil Village atau Assassin’s Creed Mirage tetap berjalan stabil dengan kualitas grafis tinggi. Memang ada sedikit pemangkasan di sektor GPU karena hanya memakai 4-core GPU, bukan 5-core seperti iPhone 17 reguler. Namun dalam penggunaan nyata, selisih performanya tidak terlalu signifikan untuk mayoritas pengguna. Dengan RAM 8 GB dan dukungan Apple Intelligence, performa iPhone 17e masih cukup aman untuk 4–5 tahun ke depan.
2. Layar OLED Tajam dengan Warna Akurat
Apple masih mempertahankan kualitas panel yang konsisten lewat layar Super Retina XDR OLED berukuran 6,1 inci. Resolusinya mencapai 1170 x 2532 piksel dengan kerapatan 460 ppi, yang membuat teks dan gambar terlihat tajam. Dukungan Wide Color P3, HDR, Dolby Vision, dan True Tone membuat reproduksi warna tetap akurat. Ini penting, terutama untuk pengguna yang sering mengedit foto atau video langsung dari ponsel. Apple juga menyematkan lapisan anti-reflektif baru yang membantu mengurangi pantulan cahaya. Dalam penggunaan indoor maupun outdoor normal, visibilitas layar tetap terjaga dengan baik. Ukuran 6,1 inci juga masih ideal untuk penggunaan satu tangan, sesuatu yang mulai jarang ditemukan di smartphone modern.
3. Build Quality Solid dengan Ceramic Shield 2
Salah satu hal yang selalu jadi keunggulan iPhone adalah build quality, dan itu tetap terasa di iPhone 17e. Apple membekalinya dengan Ceramic Shield 2, generasi baru pelindung layar yang diklaim lebih tahan gores dan benturan dibanding generasi sebelumnya. Bagian belakangnya memakai kaca dengan frame aluminium yang terasa solid saat digenggam. Bobot 169 gram membuatnya tetap ringan dan nyaman dipakai dalam waktu lama. Tidak hanya itu, sertifikasi IP68 membuat iPhone 17e punya daya tahan air dan debu yang baik. Ini menjadi nilai tambah untuk pemakaian harian.
4. Baterai Lebih Awet dan Kini Sudah Ada MagSafe
Apple meningkatkan kapasitas baterai menjadi 4.005 mAh, angka yang cukup besar untuk ukuran iPhone non-Pro. Efisiensi chip A19 membuat daya tahan baterainya cukup baik. Untuk penggunaan normal seperti media sosial, streaming, dan komunikasi, iPhone 17e bisa bertahan seharian. Peningkatan besar ada di hadirnya MagSafe 15W, yang sebelumnya absen di generasi lama. Ini membuat pengisian nirkabel jadi lebih praktis dan lebih cepat. Ekosistem aksesori MagSafe juga jadi nilai tambah, mulai dari dompet magnetik, powerbank, hingga car mount.
5. Action Button Lebih Fleksibel
Apple kini membawa Action Button ke iPhone 17e. Tombol ini bukan sekadar pengganti tombol silent mode, tetapi bisa diatur untuk berbagai fungsi seperti membuka kamera, merekam suara, menyalakan flashlight, atau menjalankan shortcut tertentu. Dalam penggunaan sehari-hari, fitur ini memang terasa kecil, tetapi dampaknya cukup besar karena mempercepat akses ke fitur yang sering dipakai. Semakin lama dipakai, Action Button justru terasa makin penting.
6. Kamera 48 MP Andal untuk Foto Harian
Apple membekali iPhone 17e dengan kamera utama 48 MP yang sudah dilengkapi OIS. Hasil foto yang dihasilkan tetap konsisten dengan karakter warna khas Apple: natural, detail, dan dynamic range yang luas. Sensor 48 MP ini juga mendukung zoom 2x lossless, yang secara teknis memanfaatkan crop sensor tanpa kehilangan detail terlalu banyak. Untuk video, iPhone 17e mendukung 4K 60fps Dolby Vision, yang masih menjadi salah satu standar terbaik untuk video smartphone saat ini. Kamera depan 12 MP juga sudah mendukung autofocus, sehingga hasil selfie dan video call tetap tajam.
7. Penyimpanan Dasar Langsung 256 GB
Salah satu peningkatan yang paling terasa adalah kapasitas memori dasar yang kini langsung 256 GB. Ini penting, karena di era file foto dan video berukuran besar, kapasitas 128 GB sering cepat penuh. Dengan 256 GB, pengguna punya ruang lebih lega untuk menyimpan aplikasi, foto, video, dan file kerja. Apple juga tetap memakai storage NVMe yang punya kecepatan baca-tulis tinggi.
8. Ekosistem Apple Masih Sulit Ditandingi
Masuk ke iPhone bukan hanya soal perangkat, tetapi juga ekosistem. Fitur seperti AirDrop, Handoff, Universal Clipboard, dan sinkronisasi dengan MacBook, iPad, Apple Watch, serta AirPods membuat pengalaman penggunaan terasa lebih seamless. Bagi pengguna yang sudah punya perangkat Apple lain, iPhone 17e jadi pintu masuk yang lebih rasional.
9. Dukungan Update iOS Panjang
Apple dikenal konsisten memberikan update software jangka panjang. Dengan iOS 26 sejak awal, iPhone 17e kemungkinan masih akan mendapat update hingga 5–6 tahun ke depan. Ini membuat nilai investasi perangkat tetap terjaga.
10. Face ID Tetap Cepat dan Aman
Meski teknologi biometrik berkembang, Face ID masih jadi salah satu sistem keamanan terbaik. Proses unlock cepat, akurat, dan tetap bekerja baik dalam berbagai kondisi cahaya. Integrasinya dengan aplikasi perbankan dan pembayaran digital juga praktis.
11. Harga Lebih Rasional untuk Masuk ke Ekosistem Apple
Jika dibandingkan iPhone 17 reguler atau model Pro, harga iPhone 17e jelas lebih mudah dijangkau. Di Indonesia, estimasi harga awalnya berada di kisaran Rp13 juta–Rp15 juta untuk varian 256 GB (konversi kurs USD sekitar Rp16.500 per dolar). Untuk ukuran iPhone dengan chip terbaru dan storage besar, harga ini masih cukup kompetitif.
Kekurangan iPhone 17e

1. Layar Masih 60Hz
Ini jadi kompromi yang paling terasa. Di harga belasan juta rupiah, layar 60Hz terasa tertinggal, terutama jika dibandingkan Android di harga lebih rendah yang sudah memakai 120Hz. Scrolling dan animasi memang tetap halus berkat optimasi iOS, tetapi secara teknis tetap kalah responsif dibanding refresh rate tinggi.
2. Masih Pakai Notch, Bukan Dynamic Island
Apple masih mempertahankan notch di iPhone 17e. Secara fungsi memang tidak bermasalah, tetapi secara visual terlihat lebih lawas dibanding model lain yang sudah memakai Dynamic Island. Bagi sebagian pengguna, ini bisa jadi pertimbangan estetika.
3. Hanya Satu Kamera Belakang
Keterbatasan paling nyata ada di sektor kamera. Tanpa ultrawide dan telephoto, fleksibilitas fotografi jadi berkurang. Untuk foto landscape atau group photo, pengguna harus lebih kreatif mencari sudut.
4. Charging Kabel Masih 20W
Meski MagSafe meningkat, charging kabel tetap mentok di 20W. Di kelas harga serupa, banyak Android sudah menawarkan 67W hingga 120W. Waktu pengisian penuh sekitar 1 jam lebih masih tergolong biasa.
Kesimpulan
iPhone 17e adalah iPhone yang paling masuk akal untuk banyak orang di 2026. Performanya kencang berkat chip Apple A19, baterainya awet, storage besar, dan fitur seperti MagSafe serta Action Button membuatnya terasa modern.
Namun, kompromi seperti layar 60Hz, notch lama, kamera tunggal, dan charging kabel yang biasa saja tetap harus dipahami.
Jika prioritas Anda adalah performa, ekosistem Apple, dan penggunaan jangka panjang, iPhone 17e masih layak dipertimbangkan. Namun jika mengutamakan layar lebih modern dan fleksibilitas kamera, iPhone 17 reguler atau alternatif Android di harga serupa bisa jadi opsi yang lebih menarik.




