7 Mitos Kesehatan Yang Salah Namun Banyak Dipercaya Masyarakat

0
225

Epiclopedia.id – Saat ini memang banyak sekali mitos kesehatan yang salah, namun sayangnya masyarakat pun terlanjut banyak yang mempercayainya sehingga sudah menjadi kepercayaan yang sangat kental. Mitos-mitos ini biasanya beredar dimasyarakat seara turun menurun tanpa adanya bukti ilmiah.

Nah apa sajakah itu? berikut ini Epiclopedia akan membahas mitos kesehatan yang salah namun dipercaya banyak masyarakat.

mitos kesehatan yang salah,fakta kesehatan,kesehatan salah,kebohongan kesehatan
Mitos kesehatan yang salah

1. Kopi membuat orang tidak ngantuk

Banyak orang percaya bahwa jika meminum kopi akan membuat kita terjaga, banyak sekali dari kita yang meminum kopi hanya untuk bergadang semalaman untuk mengerjakan perkerjaan atau tugas kuliah. Namun anggapan tersebut ternyata salah, Kafein pada kopi bertugas sebagai stimulan dan menghasilkan efek penenang serta kewaspadaan.

Hal ini akan membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat, efek ini sering dianggap dapat membuat seseorang terjaga alias tidak mengantuk, namun hasil penelitian di Inggris membantah pernyataan tersebut dan mengungkapkan efek tersebut hanyalah sugesti.

Ketika tubuh kita sedang lelah dan lemas, biasanya kita menyiasati dengan minum kopi, padahal kalau minum kopi malah membuat tubuh kita semakin lemas dan mengantuk. Minum kopi dipagi hari khususnya akan merangsang hormon kortisol dan adrenalin, jika kamu minum kopi sepanjang hari, kamu akan menguras kedua hormon tersebut dan menjadi kelelahan serta mengantuk.

2. Udara dingin adalah penyebab pilek

Saat ini kita percaya bahwa udara dingin apalagi saat musim hujan dapat menyebabkan flu atau pilek. Kenyataannya, flu disebabkan oleh 200 jenis virus yang berbeda, bukan karena udara dingin. Udara yang dingin tidak akan merusak kekebalan tubuh kecuali kita mengidap hiportemia.

Yang menjadi penyebab kita terkena pilek saat musim dingin atau musim hujan, yaitu pada kondisi ini orang yang terlalu sering berada didalam rumah, sehingga virus cenderung terkurung dalam ruangan tertutup dan menular.

3. Menelan permen karet dapat menyebabkan gangguan pencernaan

Waktu kecil pasti kita sering mendenga mitos ini, bahwa ketika menelan permen karet, pencernaan pun akan terganggu karena permen karet yang tidak akan bisa dicerna oleh tubuh. Tapi mitos tersebu tidak lah benar, meskipun permen karet tidak dapat dicerna oleh perut seperti makanan lain pada umumnya, namun sistem pencernaan akan memindahkannya melalui aktivitas usus dan terbuang melali feses sat buang air besar.

4. Bayi mengalam demam ketika tumbuh gigi

Mitos kesehatan yang salah selanjutnya adalah demam pada bayi saat tumbuh gigi. Bagi orang tua pasti paham betul dengan mitos yang satu ini, namun apakah mitos ini ada benarnya? hal tersebut hanyalah mitos belaka dan belum ada penelitian secara ilmiah yang membuktikan hal tersebut, namun masih banyak orang yang mempercayai hal tersebut. Tumbuh gigi pada bayi dapat membuatnya tidak nyaman, jadi wajar saja jika bayi menjadi rewel.

banyak juga tenaga profesional medis yang mempercayai hal ini, keyakinan orang tua mengenai hal ini juga dapat mengganggu diagnosis yang tepat. Ketika bayi mengalami demam saat tumbuh gigi, lebih baik para orang tua segera membawanya ke dokter

5. Ngemil malam hari bisa bikin gemuk

Mitos yang beredar saat ini yaitu ketika makan atau ngemil dimalam hari dapat membuat tubuh semakin melar alias kegemukan, padahal faktanya, jika kamu memakan banyak kalori tanpa membakarnya alias olahraga, hal inilah yang dapat membuat kegemukan. Tidak peduli pagi, siang ataupun malam, jika kamu memasukan banyak kalori, namun juga banyak membakarnya, hal ini tidak dapat membuat badan kamu gemuk.

6. Kebanyakan gula dapat membuat anak Hiperaktif

Kebanyakan orang tua saat ini membatasi konsumsi gula pada anaknya agar tidak hiperaktif, membatasi makanan yang mengandung gula pada anak memang ada baiknya, namun istilah anak menjadi hiperaktif adalah penalaran yang salah.

Makanan dengan kalori tinggi memang menawarkan sedikit gizi dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kegemukan, namun sampai saat ini tidak bukti ilmiah yang mengatakan gula menyebabkan hiperaktif, gula memang dapat meningkatkan energi jangka pendek, namun tidak dengan hiperaktif.

7. Cokelat dan gorengan penyebab jerawat

Timbulnya jerawa dikarenakan ketika kelenjar minyak dibawah kulit yang disebut sebum terlalu banyak. Saat sebum dan sel-sel kulit mati menutup pori-pori, maka kulit akan iritasi, bengkak dan timbul lah jerawat.

Hormon adalah penyebebab utama yang menyebabkan mengapa remaja lebih mudah berjerawat. Keturunan dan stres juga bisa menjadi faktor utama, tapi tidak ada kaitannya sama sekali antara cokelat dan makanan yang digorengan dengan penyebab timbulnya jerawat.

Oke, itu lah beberapa mitos kesehatan yang salah, mulai sekarang kita harus bisa lebih cerdas lagi dalam menyaring informasi ya.

Tonton juga videonya: