Benarkah Micin Bisa Bikin Bodoh? Ini Penjelasan Ilmiahnya

0
149

Epiclopedia.id – Saat ini kita pasti sering mendengar kata-kata “kebanyakan micin sih, jadi bego”, secara perlahan istilah tersebut mendoktrin pikiran banyak orang bahwa micin alias MSG menjadi salah satu penyebab seseorang bodoh, khususnya anak-anak. Biasanya memang banyak orang yang meghindari penggunaan MSG atau hanya sedikit menggunakannya guna mengindari efek buruk MSG yang dipercaya mengandung racun berbahaya. Tapi apa benarkah micin bisa bikin bodoh?

Tidak cuma bisa bikin bodoh, Micin juga dipercaya mengakibatkan beberapa dampak buruk lainnya, seperti diabetes, obesitas, kemandulan bahkan sampai kanker, waduh, bahaya juga ya? Namun sebelum kamu mendengar lebih banyak mitos aneh lagi mengenai MSG, mari kita pelajari lebih dalam lagi mengenai penyedap rasa yang satu ini.

Benarkah Micin Bisa Bikin Bodoh,micin bikin bodoh,micin tidak bikin bodoh,kandungan micin
Micin Aman

Glutamat pada dasarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk protein

Glutamat merupakan asam amino yang memang dibutuhkan oleh tubuh karena berperan dalam pembentukan protein. Glutamat juga membantu pengiriman sinyal dalam otak, ingatan, fokus, konsentrasi serta memudahkan kita dalam mempelajari hal-hal baru.

Glutamat juga sebenarnya adalah penyedap rasa alami, makanan yang mengandung glutamat akan menyedapkan rasa bahan makanan lainnya jika dimasak secara bersamaan. Beberapa makanan yang mengandung glutamat diantaranya adalah keju, tomat, jamur, kecap dan daging. Bahkan glutamat juga diproduksi oleh tubuh kita sendiri, contohnya pada ASI.

Lalu bagaimana dengan glutamat pada MSG? apakah MSG yang dijual di toko-toko itu dari bahan kimiawi?

MSG (Monosodium Glutamat) adalah garam sodium yang berasal dari asam glutamat, memang, MSG yang dijual tersebut berasal dari pabrikan, tidak alami seperti yang terkandung pada tomat atau keju. Tapi jangan berprasangka buruk dulu, karena tidak semua yang diproduksi pabrik itu buruk, terlebih lagi pada dasarnya tubuh kita tidak bisa membedakan mana glutamat asli dan mana yang MSG.

MSG diproduksi dari tetes tebu atau tepung tapioka serta produksinya dijalankan melalui metode fermentasi mikroba. Fermentasi melalui mikroba adalah metode yang digunakan untuk mengolah tempe, tape, keju dan beberapa bahan makanan lainnya. Jadi tenang saja, bahan baku untuk membuat MSG tidaklah berbahaya.

Benarkah Micin Bisa Bikin Bodoh,micin bikin bodoh,micin tidak bikin bodoh,kandungan micin
MSG

Batas aman konsumsi MSG adalah 6 gram per hari

WHO (World Health Organization) merekomendasikan batas maksimal konsumsi MSG perhari adalah 6 gram, namun Menkes RI membatasi konsumsi MSG 5 gram per hari. Sedangkan rata-rata orang Indonesia mengkonsumsi MSG sekitar 0,65 gram per hari, sangat jauh dari batas aman yang direkomendasikan, jadi sebenarnya kita tidak perlu khawatir.

Penelitian Zulfikar Hermawan dari Zenius.net, mengatakan bahwa penggunaan MSG pada semangkuk bakso kaki lima rata-rata hanya memiliki sekitar 0,5 gram saja, sangat jauh dari batas maksimum konsumsi MSG per hari.

Kenapa banyak mitos MSG itu berbahaya?

Semua berawal dari penelitian yang tidak bisa pertanggung jawabkan keabsahannya, pada tahun 2002, tikus-tikus percobaan menjadi buta karena disuntikan MSG, ternyata dosis MSG yang disuntikan terlalu tinggi, yaitu 20 gram/100 gram. Penelitian pada tahun 1969 mengklaim bahwa MSG merusak jaringan otak, dan lagi-lagi penyebabnya adalah dosis MSG yang disuntikan pada tikus-tikus percobaan terlalu tinggi.

Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, jadi konsumsi secara wajar saja

Seperti yang saya kutip dari liputan6.com, pada tahun 2013 rumah sakit akan mengganti garam dalam makanan yang mereka sajikan dengan monosodium glutamat alias MSG. Hal ini dilakukan karena MSG mengandung sedikit natrium dibandingkan garam dapur, maka dari itu MSG dipilih sebagai penyedap rasa yang aman untuk pasien pengidap hipertensi atau yang harus menghindari garam.

Lalu bagaimana dengan orang yang alergi terhadap MSG? merasa pusing, mual dan sakit perut ketika mengkonsumsi MSG.

Dulu ada gejala yang disebut “Chinese Restaurant Syndrome” (CRS), peneliti mengamati gejala orang-orang yang kelebihan MSG setelah makan direstoran China, seperti pusing, mual, pegal-pegal, dll. dr. Ho Man Kwok adalah orang yang memperkenalkan istila CRS ini, karena dia sendiri yang mengalami gejala tersebut setelah makan di restoran China.

Namun dr. Ho Man Kwok tidak mengindentifikasi bahwa MSG adalah penyebab dari CRS, bahkan belum ada bukti bahwa CRS adalah kondisi medis yang nyata atau hanya mitos belaka.

MSG tidak bikin bego, MSG cuma penyedap rasa yang banyak disalahpahami

Semoga jelas sudah kalau bahaya MSG yang selama ini kita kenal hanya lah mitos belaka, asalkan dikonsumsi secara wajar, aman kok. Kalau kamu punya temen yang bego, jangan salahin MSG ya, mungkin emang bawaan dari lahir dia udah bego, hehehe. Jadi, MSG hanya lah penyedap rasa, bukan bahan makanan yang berbahaya apalagi micin bisa bikin bodoh.

Refrensi:

  • CNN Indonesia
  • liputan6
  • science.idntimes.com