Apa itu Penyakit Difteri? Gejala, Penyebab dan Pencegahan

0
248

Epiclopedia.id – Akhir-akhir ini kita di teror dengan sebuah penyakit Difteri yang sudah lama tak terdengar, namun kini kembali mewabah. Hampir satu dekade menghilang, kini kembali mengintai. Secara tiba-tiba penyakit ini telah menyebar hampir di 20 provinsi Indonesia, atas kejadian ini, Kementrian Kesehatan RI pun menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Lalu sebenarnya apa itu penyakit difteri? Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada tenggorokan dan hidung, namun terkadang juga bisa menyerang kulit. Difteri adalah penyakit yang sangat menular dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2016 saja tercatat 7.097 kasus dari seluruh dunia. Saat ini, menurut Kementerian Kesehatan dalam jangka waktu Januari hingga November 2017 ada 20 provinsi yang melaporkan kasus Difteri. Secara keseluruhan terdapat 593 kasus dan 32 diantaranya meninggal dunia. Lantas, seperti apa gejala, penyebab dan cara mengobati Difteri ini? mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu Penyakit Difteri,mencegah Difteri,pengobatan Difteri,gejala Difteri
Apa itu Penyakit Difteri

Penyebab Penyakit Difteri

Penyakit Difteri disebabkan oleh bateri yang bernama Corynebacterium diphtheriae, bakteri ini bisa menyebar dengan sangat mudah, apalagi bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Berikut ini adalah beberapa cara penularan yang perlu di waspadai, diantaranya:

  • Menghirup percikan ludah penderita saat bersin atau batuk, cara ini merupakan penularan yang paling umum terjadi.
  • Barang-barang yang sudah terkontaminasi, contohnya seperti handuk.
  • Bersentuhan langsung dengan luka borok akibat difteri pada  kulit di penderita.

Bakteri Difteri ini akan menghasilkan racun, dimana racun ini membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan hingga sel-sel menjadi mati. Sel-sel mati ini lah yang akan membentuk lapisan tipis abu-abu pada tenggorokan. Seddangkan racun yang dihasilkan tadi juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal serta sistem saraf.

Bahkan difteri terkadang tidak menunjukan gejala apapun sehingga di penderita tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfkesi, jika tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, maka berpotensi menularkna penyakit ini kepada orang disekitar, terutama pada mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

Gejala Penyakit Difteri

Penyakit difteri pada umumnya memiliki rentan waktu semenjak bakteri menyerang tubuh sampai gejala muncul, kira-kira 2 hingga 5 hari, gejala-gejala tersebut antara lain:

  • Demam dan mengigil
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit bernafas
  • Merasa lemas
  • Pembengkakan kelenjar limfe pada leher
  • Pilek, pada awalnya cair, namun kelamaan menjadi kental bahkan bercampur darah.

Di sisi lain, Difteri juga terkadang menyerang kulit yang menyebabkan luka borok. Borok tersebut dapat sembuh dalam beberapa bulan, namun biasanya meninggalkan bekas.

Pencegahan Penyakit Difteri

Langkah untuk pencegahan difteri yang paling efektif adalah dengan vaksinasi yang tergabung dalam vaksin DTP. Vaksin ini meliputi difteri, pertusis dan tetanus. vaksin DTP sendiri merupakan imunisasi wajib bagi anak-anak yang diberikan 5 kali saat anak berumur 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan dan satu setengah tahun.

Namun apabilan imunisasi DTP terlambat diberikan kepada anak, imunisasi kejaran tidak akan mengulang dari awal. Bagi anak dibawah umur 7 tahun yang belum melakukan munisasi DTP, masih bisa melakukan imunisasi kejaran sesuai dengan anjuran dokter tentunya. Namun bagi anak yang berusia diatas 7 tahun, terdapat vaksin sejenis yang bernama vaksin Tdap.

Dengan pencegahan atau perlindungan tersebut, dapat melindungi anak dari difteri seumur hidup. Sedangkan untuk mengobati difteri kamu tentunya harus mendapatkan penanganan dokter, dokter akan mengambil sampel dari lendir di hidung, tenggorokan dan borok (ulkus) di kulit untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Nah, sekarang sudah tahukan apa itu penyakit difteri ? selalu jaga kesehatan ya guys.

Refrensi:
– Alodokter